Nelayan Sinjai Tewas Dikeroyok Puluhan Orang di Lombok, Tangan Sempat Diikat
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius, terutama pada bagian kepala. Muslimin bahkan harus menjalani tindakan operasi.
“Muslimin mengalami luka parah pada bagian kepala dan sempat menjalani operasi,” kata Iwan.
Namun, kondisi korban tidak kunjung membaik. Setelah sekitar enam hari menjalani perawatan, Muslimin akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026).
Selama berada di rumah sakit, korban disebut tidak pernah sadarkan diri hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
“Korban tidak pernah sadar saat di rumah sakit sampai meninggal dunia,” ujar Iwan.
Advokat Sinjai Kutuk Pengeroyokan
Dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Muslimin meninggal dunia turut mendapat kecaman dari praktisi hukum sekaligus advokat asal Sinjai, Subhan.
Subhan menilai tindakan kekerasan secara bersama-sama hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan, apa pun alasan yang melatarbelakanginya.
Ia menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap persoalan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Saya selaku praktisi hukum/advokat, khususnya sebagai warga Desa Pulau Buhung Pitue, mengutuk keras perbuatan pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama hingga mengakibatkan meninggalnya saudara Muslimin,” kata Subhan kepada wartawan.





Tinggalkan Balasan