Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Monyet dan Hama Bikin Petani Kakao Resah, Mahasiswa UNCP Ciptakan Smart Farming Tenaga Surya

Teknologi pagar elektrik berarus rendah dan lampu UV tenaga surya yang dikembangkan mahasiswa UNCP untuk melindungi tanaman kakao dari gangguan satwa liar dan hama. (Dok: UNCP)

PALOPO, TEKAPE.co – Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menghadirkan inovasi di bidang pertanian melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PKM-PI) 2026.

Tim mahasiswa UNCP berhasil lolos dalam program tersebut dengan membawa inovasi bertajuk “Implementasi Smart Farming Berbasis Pagar Elektrik Ramah Satwa dan Lampu UV Tenaga Surya Pengendalian Hama Kakao pada Kelompok Tani Padangtiku.”

Teknologi itu diterapkan pada perkebunan kakao milik kelompok tani mitra yang berada di Lereng Gunung Kajuangin, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Inovasi tersebut lahir dari persoalan yang selama ini dihadapi petani kakao di lokasi tersebut, terutama serangan satwa liar berupa monyet dan hama penggerek buah kakao.

Tim PKM-PI kemudian mengembangkan sistem pengendalian yang menggabungkan pagar kejut listrik berarus rendah dengan perangkap lampu ultraviolet (UV) yang memanfaatkan tenaga surya.

Pagar elektrik digunakan sebagai penghalang masuknya satwa liar ke area perkebunan, sementara lampu UV dirancang untuk menarik sekaligus menangkap serangga hama.

Teknologi ini menjadi alternatif pengendalian hama yang diarahkan lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, setiap anggota tim memiliki tanggung jawab berbeda.

Chrystover Rianto Pranoto bertugas mengoordinasikan kegiatan bersama mitra, menyusun buku pedoman, serta menyiapkan laporan kemajuan dan laporan akhir.

Gela Sefania menangani pengelolaan akun media sosial sekaligus pelaksanaan penerapan teknologi di lokasi mitra.

Sementara Ahmad Fajar bertanggung jawab menyiapkan alat dan bahan serta memberikan penjelasan kepada mitra mengenai fungsi masing-masing komponen teknologi.

Tiara Ruth menangani desain program dan mendampingi petani dalam proses pengaplikasian alat di perkebunan kakao.

Adapun Nurul Fatimah Umar bertugas merakit teknologi pengendalian hama sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan.

Pembagian tugas tersebut membuat seluruh tahapan program dapat berjalan secara terkoordinasi, mulai dari persiapan, perakitan alat, penerapan teknologi, pendampingan hingga evaluasi.

Tak hanya memasang alat.

Tim PKM-PI juga melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok tani mitra.

Pendampingan dilakukan agar petani tidak hanya mengetahui manfaat teknologi, tetapi juga mampu mengoperasikan dan merawat peralatan secara mandiri.

Sebagai bagian dari proses transfer teknologi, tim turut menyerahkan buku panduan penggunaan alat kepada mitra.

Tim PKM-PI UNCP berharap inovasi tersebut dapat membantu petani menekan serangan hama dan satwa liar yang selama ini mengganggu tanaman kakao.

Penggunaan teknologi tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.

Dengan pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan, program ini diharapkan dapat ikut meningkatkan produktivitas kakao sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Program PKM-PI 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNCP dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani kakao di Kota Palopo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini