Mahasiswa Desak Polisi Bongkar Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UIN Palopo
PALOPO, TEKAPE.co – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, menggelar unjuk rasa di depan Markas Polres Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2/2026) sore.
Mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan yang diduga melibatkan oknum guru besar di kampus tersebut.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan orasi yang menyoroti proses penanganan perkara di kepolisian.
BACA JUGA: Dosen UIN Palopo Bantah Lakukan Pelecehan, Klaim Bertindak atas Dasar Kemanusiaan
Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara terbuka dan mengutamakan kepentingan korban.
Jenderal lapangan aksi, Putra mengatakan, demonstrasi digelar sebagai respons atas informasi yang beredar mengenai dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen berinisial ER.
“Kami mengecek langsung laporan korban di Polres Palopo. Di sana tercantum inisial ER, dan setelah kami telusuri, yang bersangkutan benar merupakan dosen di UIN Palopo,” kata Putra di sela aksi.
BACA JUGA: Terseret Kasus Pelecehan, Oknum Dosen UIN Palopo Dinonaktifkan
Putra menyebut mahasiswa juga telah menemui keluarga korban dan menjenguk korban yang masih dirawat di rumah sakit.
Dari kunjungan itu, mereka menilai kondisi korban masih memprihatinkan dan menunjukkan tanda-tanda trauma.
“Korban masih lemah, belum bisa makan, baru bisa minum setelah dua hari. Korban terlihat jelas,” ujarnya.
Mahasiswa turut mempertanyakan keterangan terduga pelaku kepada publik, khususnya soal klaim pemberian pertolongan pertama.
“Terduga pelaku menyebut ada empat orang di lokasi kejadian, dua perempuan dan dua laki-laki. Jika demikian, mengapa justru dia yang memberikan pertolongan pertama, bukan perempuan lain yang ada di situ?” kata Putra.
Mereka juga menyinggung perbedaan keterangan soal kondisi korban.
Menurut Putra, terduga pelaku menyatakan korban pingsan, sementara hasil penelusuran mahasiswa menyebut korban masih dalam keadaan sadar meski lemas.
“Korban masih merasakan sentuhan fisik. Jika benar pingsan, tentu tidak akan merasakan apa pun,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan dua tuntutan utama.
Pertama, mendesak Polres Palopo mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru besar UIN Palopo.



Tinggalkan Balasan