Kreasi MP-ASI hingga Menu Serba Ikan, Lutim Perkuat Produk Lokal
MALILI, TEKAPE.co — Semangat mengolah pangan lokal menjadi menu bergizi dan menarik ditunjukkan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.
Hal itu terlihat dalam sejumlah kategori lomba kreasi pangan yang mempertemukan perwakilan kecamatan di Luwu Timur.
Lomba yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Kamis (17/9/2026).
Selain mendorong kreativitas dalam penyajian makanan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi pangan lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tiga kategori yang diperlombakan yakni Menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), Menata Buah dan Sayuran, serta Cipta Menu Serba Ikan.
Pada kategori Menu MP-ASI, Kecamatan Kalaena meraih juara pertama, disusul Kecamatan Tomoni sebagai juara kedua dan Kecamatan Mangkutana sebagai juara ketiga.
Sementara kategori Menata Buah dan Sayuran dimenangkan Kecamatan Tomoni Timur. Posisi kedua diraih Kecamatan Angkona dan posisi ketiga Kecamatan Nuha.
Adapun kategori Cipta Menu Serba Ikan, Kecamatan Wotu keluar sebagai juara pertama. Kecamatan Kalaena berada di posisi kedua, sedangkan Kecamatan Towuti meraih juara ketiga.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan antarkecamatan.
Lebih jauh, kreativitas peserta memperlihatkan bagaimana bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi sajian yang bernilai gizi sekaligus memiliki daya tarik.
Semangat tersebut sejalan dengan gerakan Bangga Produk Lokal, yang mendorong masyarakat untuk mengenali, menggunakan, dan mengembangkan produk yang dihasilkan dari potensi daerah sendiri.
“Melalui lomba ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin kreatif mengolah pangan lokal menjadi menu yang bergizi, menarik, dan memiliki nilai ekonomi. Pangan yang ada di sekitar kita harus dimanfaatkan dan dibanggakan,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setkab Luwu Timur, Indra Fawzy, saat membuka kegiatan.
Mulai dari ikan, buah, sayuran hingga bahan pangan yang dapat digunakan untuk MP-ASI, berbagai potensi tersebut memiliki peluang untuk menjadi bagian dari pola konsumsi keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan semacam ini, pangan lokal tidak hanya ditempatkan sebagai bahan konsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi. (*)





Tinggalkan Balasan