oleh

KKN PPM STIKES Luwu Raya Latih Warga di Luwu Timur Perbaikan Sanitasi Air Bersih

TOWUTI, TEKAPE.co — Profesi Keperawatan/Ners Angkatan 2019 STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo memberikan pelatihan perbaikan sanitasi air bersih, di Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, selama sebulan.

Kegiatan dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), beberapa waktu lalu.

Ketua Pengusul Kegiatan KKN-PPM, Andi Silfiana, dalam rilisnya, Rabu 31 Juli 2019, mengatakan, kegiatan KKN – PPM jurusan Keperawatan/Ners itu berlangsung selama kurang lebih sebulan.

“Masalah air bersih ini merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Sanitasi air yang bersih akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Hal inilah yang menjadi motivasi bagi Dosen dan Mahasiswa STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo untuk mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tentang perbaikan sanitasi air bersih di Desa Loeha.

Kegiatan KKN-PPM ini digagas Ns Andi Silfiana M.Kes., Ns Chrecencya Nirmalarumsari M.Kep, dan Ns Sugiyanto M.Kep.

Ketua Pengusul Kegiatan KKN-PPM, Andi Silfiana mengatakan kegiatan ini rutin diadakan STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya dalam rangka mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik oleh Dosen maupun Mahasiswa.

Ia menjelaskan, untuk tahun ini kegiatan KKN-PPM lebih difokuskan pada perbaikan sanitasi air bersih.

Hal ini dikarenakan wilayah yang menjadi lokasi KKN-PPM mengalami sanitasi air yang buruk sehingga tidak baik untuk kesehatan.

“Kita mau memperbaiki sanitasi air disini, karena saya lihat tadi airnya itu keruh, dan berbau dan itu tidak baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena akan mengakibatkan berbagai penyakait, contohnya Diare,” tuturnya.

Kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan oleh STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo untuk membantu masyarakat di pelosok, yang mungkin sangat minim dalam hal mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Kita mau kegiatan ini akan tetap dilaksanakan tiap tahunnya, dan untuk tahun depan kami akan mencari daerah-daerah prioritas yang membutuhkan bantuan, khususnya dalam hal kesehatan,” kata Andi Silfiana.

Ia juga berharap, agar kiranya program-program KKN-PPM yang telah dilaksanakan di daerah ini agar tetap dijaga dan ditindaklanjuti sehingga terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang maksimal di Desa Loeha ini.

Hal senada juga disampaikan kedua anggota pengusul, Chrecencya dan Sugiyanto.

Menurutnya, air di daerah ini tidak layak untuk dikonsumsi, karena dapat menjadi sumber penyakit, sehingga perlu disaring terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

“Menurut kami, air ini sangat tidak layak untuk dikonsumsi, jadi masyarakat disini kita fasilitasi dan berdayakan dalam mengelola dan memperbaiki sanitasi air disini supaya layak untuk dikonsumsi,” ujar Sugiyanto.

“Kita sudah berikan pendampingan dan pelatihan dalam membuat penyaringan air sederhana, yang telah diimplementasikan oleh masyarakat disini, dan mereka semua merasa senang karena sudah dibantu untuk memperbaiki sanitasi air disini,” jelas Chrecencya.

Kegiatan KKN-PPM ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah setempat. Hal ini dikarenakan sudah sekian tahun mereka mengkonsumsi air yang tidak sehat karena tidak ada bantuan air bersih yang di berikan kepada mereka.

“Sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, karena memang selama ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan air bersih, sehingga ya mau bagaimana lagi tidak ada pilihan maka kami menggunakan air ini,” tutur salah seorang warga setempat. (rindu)

Komentar

Berita Terkait