Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kemiskinan Morut Masih 10 Persen, Bupati Delis Siapkan Skema Baru Penyaluran CSR

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi bersama Wakil Bupati Djira dan perwakilan perusahaan anggota TJSLP berfoto bersama usai rapat koordinasi dan forum TJSLP di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Jumat (17/10/2026). (ist)

MORUT, TEKAPE.co – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyiapkan langkah untuk menyinkronkan bantuan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan program pengentasan kemiskinan pemerintah daerah.

Salah satu upaya yang direncanakan adalah membentuk loket layanan khusus untuk mengatur dan menyelaraskan program bantuan perusahaan agar penyalurannya tepat sasaran.

Rencana tersebut disampaikan Delis saat memimpin rapat koordinasi dan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Morowali Utara di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat (17/10/2026) petang.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu, Delis menyampaikan apresiasi kepada perwakilan perusahaan anggota TJSLP yang hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.

Menurutnya, investasi yang berkembang di Morowali Utara memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah. Selain membuka peluang ekonomi, kontribusi perusahaan melalui program CSR juga diharapkan semakin berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan bantuan perusahaan berjalan selaras dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan.

“Kita pastikan nantinya program yang kita rancangkan tepat sasaran, tepat pemanfaatan dan tentu saja tepat dalam pertanggung jawaban,” jelas Bupati Delis.

Ia mengungkapkan, angka kemiskinan di Morowali Utara memang terus mengalami penurunan. Namun, secara persentase, tingkat kemiskinan daerah tersebut masih berada di kisaran 10 persen.

Kondisi itu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat berbagai program penanggulangan kemiskinan hingga angkanya turun di bawah 10 persen atau mencapai satu digit.

Delis menilai, pembenahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) perlu berjalan beriringan dengan sinkronisasi program bantuan perusahaan. Dengan data yang semakin akurat dan koordinasi yang baik, bantuan diharapkan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Di sisi lain, Bupati Delis juga berharap perusahaan yang berinvestasi di Morowali Utara terus berkembang dan memperoleh keuntungan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

“Kami selalu mendoakan agar bisnis investasi dari perusahaan Bapak/Ibu semua dapat dilancarkan, mendapatkan manfaat keuntungan dan juga membawa manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat dan daerah Kabupaten Morowali Utara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini