Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Teror Busur Hantui Palopo, Pelajar Jadi Korban, Diduga Dipicu Taruhan Balap Liar

Pelajar berinisial H (15) mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Palemmai Tandi, Kota Palopo, setelah menjadi korban pembusuran di Jalan Sungai Rongkong, Sabtu (17/10/2026) dini hari. (Dok: Polres Palopo)

PALOPO, TEKAPE.co – Aksi pembusuran kembali meneror warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kali ini, seorang pelajar berinisial H (15) terkena anak panah busur di dada sebelah kanan saat nongkrong bersama rekannya di depan sebuah barbershop di Jalan Sungai Rongkong, Kecamatan Wara Utara, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Pamapta I Polres Palopo, Ipda Abdul Hasyim mengatakan, tiga orang terduga pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 hitam datang dari arah Jembatan Sungai Pareman sebelum menyerang korban dan melarikan diri.

“Para pelaku menghampiri korban dan tanpa basa-basi langsung melepaskan tembakan anak panah busur dari atas sepeda motor. Anak panah tersebut tepat mengenai dada sebelah kanan korban, setelah itu para pelaku langsung melarikan diri,” ujar Ipda Abdul Hasyim.

BACA JUGA: Pasca Pemakzulan Sebagai Bupati, Husniah Talenrang Unggah Foto Anak dan Sebut Dua Kabar Baik

Polisi menerima laporan sekitar pukul 01.50 Wita dan mendatangi Rumah Sakit Palemmai Tandi untuk memeriksa kondisi korban serta meminta keterangan saksi. Korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan medis.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 00.00 Wita, kelompok terduga pelaku disebut sempat mendatangi lokasi dan mengancam rekan-rekan korban menggunakan busur.

Diduga Dipicu Taruhan Balap Liar

BACA JUGA: Karyawan SPBU Sampoddo Palopo Dibusur dari Jarak 2 Meter, 3 Orang Berboncengan Motor

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, pembusuran tersebut diduga berkaitan dengan perselisihan taruhan balap liar sekitar dua minggu lalu di depan SMPN 1 Palopo.

Saat itu, korban disebut memenangkan taruhan Rp500.000 dari seseorang berinisial D. Pihak lawan diduga tidak terima dan meminta balapan ulang atau uang taruhan dikembalikan. Penolakan korban diduga memicu dendam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini