Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Toraja Utara, Polisi Amankan Mobil Bermuatan 100 Tabung
TORAJA UTARA, TEKAPE.co – Polres Toraja Utara, menyelidiki kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memperoleh tabung gas bersubsidi, sementara harga di sejumlah kios dilaporkan melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
HET gas elpiji 3 kilogram untuk wilayah zona 1 di Toraja Utara tercatat sebesar Rp20.500 per tabung.
BACA JUGA: Dana Nasabah Rp375 Juta Lenyap, Oknum Pegawai Bank Sinarmas Palopo Dibui Polisi
Namun, di lapangan, warga menemukan harga jual yang lebih tinggi ketika pasokan tersedia terbatas.
Menyikapi situasi itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Toraja Utara melakukan pemantauan dan penelusuran terhadap jalur distribusi gas elpiji bersubsidi di wilayah tersebut.
Dari hasil penelusuran selama sepekan terakhir, polisi mengamankan satu unit mobil Isuzu Panther berwarna merah yang mengangkut 100 tabung gas elpiji 3 kilogram di depan SPBU Karassik, Rabu (21/1/2026) sore.
BACA JUGA: Soroti Dugaan Judi Sabung Ayam di Jeneponto, Mahasiswa Rencanakan Aksi di Polda Sulsel
Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Markas Polres Toraja Utara untuk kepentingan pemeriksaan.
Polisi menduga tabung gas itu berasal dari salah satu agen di Toraja Utara yang menjual elpiji di atas HET.
Dugaan tersebut masih didalami untuk mengungkap penyebab kelangkaan yang terjadi.
Kepala Unit Tipidter Polres Toraja Utara, Ipda Heri, membenarkan pengamanan kendaraan bermuatan gas elpiji tersebut.
“Benar, kami mengamankan satu unit kendaraan jenis pickup Panther yang membawa 100 tabung gas elpiji 3 kilogram,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026) sore.
“Saat ini kendaraan dan barang bukti kami amankan untuk dimintai keterangan dalam rangka penyidikan terkait kelangkaan dan dugaan penjualan di atas HET,” sambungnya.
Heri mengatakan, kepolisian menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan melalui pemberitaan media daring mengenai sulitnya mendapatkan gas elpiji dan adanya perbedaan harga dengan HET.
“Kami melakukan pemantauan di lapangan untuk mengetahui titik persoalan distribusi. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan melakukan penindakan sesuai aturan,” kata Heri.
Penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri jaringan distribusi dan memastikan pasokan gas elpiji 3 kilogram kembali normal di Toraja Utara.
(Erlin)



Tinggalkan Balasan