Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kadishub Toraja Utara Sebut Tak Perlu Turun di Lokasi Pemangkasan Pohon, Singgung Koordinasi dengan Polisi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Toraja Utara, Paris Salu. (ist)

RANTEPAO, TEKAPE.co -Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Toraja Utara, Paris Salu, menilai keterlibatan Dishub dalam pengawalan kegiatan pemangkasan pohon di sejumlah ruas jalan Kota Rantepao tidak lagi diperlukan.

Ia menyebut kehadiran petugas di lapangan justru berpotensi menghabiskan energi jika seluruh pihak harus berada di lokasi yang sama.

Paris mengatakan, koordinasi kegiatan tersebut tidak disampaikan langsung kepada pihaknya, melainkan hanya melalui kepolisian. Kondisi itu membuat Dishub tidak memperoleh informasi lengkap terkait agenda di lapangan.

BACA JUGA: Tekan Kecelakaan, Polisi Jember Pasang Imbauan Pembatasan Kecepatan Kendaraan Berat

“Mereka itu koordinasinya kan dengan polisi, mereka tidak menyampaikan ke kami. Emangnya kami tahu kalau ada kegiatan tersebut. Di satu sisi banyak pekerjaan lain,” ujar Paris Salu, Sabtu (18/4/2026).

“Bukan hanya itu yang kami mau urus. Banyak kerjaan lain untuk pengaturan di pagi hari yakni persimpangan pasar pagi, Moderen, simpang empat Malanggo-Tagari, Viktoria simpang tiga Pong Buri, Bolu, depan SMA 1 dan masih banyak lainnya,” sambungnya.

Ia juga mempertanyakan urgensi kehadiran Dishub di setiap titik kegiatan, terutama jika jumlah petugas di lokasi sudah mencukupi.

BACA JUGA: Pemangkasan Pohon di Rantepao Tanpa Pengawalan, Peran Satlantas dan Dishub Dipertanyakan

Menurut Paris, koordinasi idealnya dilakukan jauh hari sebelum kegiatan agar penugasan personel dapat diatur.

“Bagaimana kami mau turun dan datangi mereka untuk cari kesibukan. Semestinya mereka koordinasi jauh hari sebelumnya agar kami siapkan anggota. Semestinya harus ada agenda, jangan langsung tiba masa tiba akal, langsung main tebas langsung jalan,” katanya.

Paris menegaskan, kehadiran Dishub tidak menjadi faktor penentu berjalannya kegiatan di lapangan.

“Kalau kami mau turun ya semestinya kasih info dong. Bukan hanya itu, kesibukan kami banyak tugas lain yang lebih urgent.”

“Kalau sudah ada anggota atau sepuluh orang petugas di sana, buat apa kami absen. Emangnya tanpa kami penerbangan tidak jadi. Di sana ada operator sensor dan satu orang di atas crane itu sudah cukup,” ujarnya sambil tertawa.

Ia menjelaskan, dalam pengaturan lalu lintas harian, Dishub menerapkan rotasi personel apabila di satu titik sudah terdapat petugas dari kepolisian, guna menghindari penumpukan petugas.

“Kalau sudah ada anggota di suatu tempat dua orang, anggota harus berpindah ke tempat lain. Masa mau berkumpul empat orang dengan pekerjaan yang sama,” katanya.

“Itu kan membuang waktu saja dan tidak efektif. Masih banyak titik rawan yang bisa picu kemacetan dan rawan lakalantas,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini