Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Jalan Nasional Tompira-Keuno Kini Dibeton, CSR Perusahaan Kucurkan Rp7,15 Miliar

Peresmian perbaikan Jalan Nasional Tompira-Keuno sepanjang 848 meter di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara, Selasa (8/9/2026). Perbaikan dengan konstruksi beton rigid tersebut direalisasikan melalui CSR PT SEI bersama sejumlah perusahaan tenant dengan dukungan BPJN Sulawesi Tengah. (ist)

MORUT, TEKAPE.co – Ruas jalan nasional Tompira-Keuno sepanjang 848 meter di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, kini tampil lebih mulus setelah diperbaiki menggunakan konstruksi beton rigid.

Perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Stardust Estate Investment (SEI) bersama sejumlah perusahaan tenant.

Peresmian sekaligus serah terima pekerjaan digelar Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Morowali Utara Djira K, yang mewakili Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi.

Program perbaikan jalan itu merupakan hasil kolaborasi PT SEI bersama PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), PT Nadesico Nickel Industry (NNI), dan PT Satya Amerta Havenport (SAH), dengan dukungan pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.

Inisiatif kolaborasi tersebut juga mendapat dorongan dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.

Direktur PT SEI Chen Jie mengatakan, perbaikan ruas jalan sepanjang 848 meter itu merupakan bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekaligus para pengguna jalan nasional.

“Pekerjaan rigid beton sepanjang 848 meter ini kami laksanakan dalam bentuk CSR, dengan menyediakan seluruh peralatan, material, dan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Chen Jie.

Jalan tersebut diperbaiki dengan konstruksi beton selebar enam meter dan ketebalan 25 sentimeter.

Spesifikasi teknis pekerjaan mengikuti ketentuan yang ditetapkan BPJN Sulawesi Tengah, termasuk klasifikasi beton yang digunakan.

Menurut Chen Jie, rencana pekerjaan telah dimulai sejak April 2025 atas inisiatif BPJN Sulawesi Tengah sebagai pemilik jalan.

Setelah melalui proses administrasi dan koordinasi perencanaan, pekerjaan fisik mulai dilaksanakan pada Februari 2026 dan rampung pada Juni 2026.

Pelaksanaan proyek tersebut bukan tanpa kendala.

Ruas jalan yang diperbaiki tergolong sempit dan merupakan jalur nasional yang menghubungkan wilayah antarkabupaten hingga antarprovinsi.

Meski demikian, koordinasi antara perusahaan, pemerintah, BPJN, dan pihak terkait membuat pekerjaan dapat diselesaikan.

Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp7.150.534.743.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini