Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Husniah Talenrang Dorong Muhammadiyah Terlibat Program Kemanusiaan di Gowa

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, saat menghadiri Syawalan Muhammadiyah Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Minggu (5/4/2026), sekaligus mengajak kolaborasi dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah. (ist)

GOWA, TEKAPE.co – Bupati Gowa Husniah Talenrang mengajak organisasi Muhammadiyah untuk terlibat dalam program kemanusiaan, khususnya upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di daerahnya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026) sore.

Husniah menilai Syawalan menjadi ruang penting untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, yang selama ini telah terjalin dengan baik.

BACA JUGA: Mantapkan Persiapan, Sekda Lutim Buka Training Center Kafilah MTQ Tingkat Sulsel

“Melalui momentum syawalan ini, mari kita terus menjaga silaturahmi. Semua yang berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama dengan kolaborasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan Muhammadiyah dalam program-program strategis daerah, terutama yang menyentuh aspek kemanusiaan.

Salah satunya adalah bantuan bagi Keluarga Miskin Ekstrem (KME) yang dinilai memerlukan dukungan lintas pihak.

BACA JUGA: Empat Kandidat Lolos, Perebutan Kursi Direktur Perumda Tirta BukaE Masuk Babak Penentuan

“Saya menitipkan program kemanusiaan yang bisa dilaksanakan oleh keluarga Muhammadiyah yang tersebar di Gowa, seperti membantu KME kita yang bisa dikerjasamakan dengan Baznas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan itu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan amanah dengan kerja nyata.

Ia menyebut, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kinerja yang dapat dirasakan langsung manfaatnya.

“Kami akan terus bekerja, menjaga amanah dengan sebaik-baiknya, dan membiarkan hasil yang berbicara. Masyarakat tidak lagi melihat apa yang ramai dibicarakan, tetapi dari apa yang nyata dirasakan,” tegas Husniah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini