Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Firman Udding Bawa Panahan Luwu Timur Naik Kelas, Bupati Cup III Ditarget Lebih Spektakuler

Turnamen Panahan Tradisional Bupati Cup II Luwu Timur tahun 2026, beberapa waktu lalu. (ist)

MALILI, TEKAPE.co Turnamen Panahan Tradisional Bupati Cup II Luwu Timur resmi berakhir. Namun, bagi Anggota DPRD Luwu Timur, yang juga Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Pordasi) Luwu Timur, Firman Udding, kompetisi tersebut bukan garis akhir.

Justru sebaliknya. Kesuksesan Bupati Cup II menjadi pijakan untuk membawa olahraga panahan tradisional di Luwu Timur ke level yang lebih besar.

Turnamen yang digelar selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Lapangan Puncak Indah, Kecamatan Malili, itu diikuti 516 orang, terdiri dari 476 pemanah dan 40 official dari berbagai daerah.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi menutup turnamen tersebut pada Ahad malam (30/8/2026).

Di balik besarnya animo peserta, sosok Firman Udding menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan panahan di daerah itu.

Sebagai Ketua Pordasi sekaligus anggota DPRD Luwu Timur, Firman mendorong agar olahraga panahan tidak sekadar menjadi kegiatan pertandingan, tetapi diarahkan menjadi ruang pembinaan atlet dan event olahraga yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur pun menjadi modal penting bagi Pordasi untuk melangkah lebih jauh.

Bupati Irwan bahkan memastikan Bupati Cup akan dikembangkan dengan skala yang lebih besar pada tahun berikutnya.

“Ke depannya, jumlah peserta diperkirakan tidak lagi lima ratusan, melainkan bisa mencapai 700 hingga 1.000 orang. Insya Allah, semoga di Bupati Cup ketiga nanti kita dapat menyajikan acara yang lebih spektakuler lagi,” kata Irwan.

Tak berhenti di jumlah peserta, konsep turnamen juga akan diperluas. Irwan mengungkapkan, Pemkab bersama Pordasi tengah menyiapkan tambahan nomor panahan berkuda untuk Bupati Cup III.

“Saya pun telah berdiskusi dengan Ketua Pordasi. Insya Allah, tahun depan kita juga akan menambahkan lomba panahan berkuda,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap panahan di Luwu Timur mulai diarahkan bukan hanya pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga pengembangan atraksi olahraga yang memiliki nilai budaya dan daya tarik bagi peserta dari luar daerah.

Firman Udding sebelumnya menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemkab Luwu Timur, khususnya Bupati Irwan Bachri Syam, yang memberikan perhatian terhadap perkembangan panahan tradisional.

Menurut Firman, dukungan pemerintah menjadi energi bagi Pordasi untuk terus melakukan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Luwu Timur.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Bupati Cup II merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, Pordasi, panitia, juri, official, peserta dan seluruh pihak yang terlibat.

“Kesuksesan Bupati Cup II bukan hanya karena kerja satu atau dua pihak, tetapi merupakan hasil dari kebersamaan, sinergi, dan semangat kita semua dalam memajukan olahraga panahan di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Firman.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Bupati Cup II juga datang dari peserta luar daerah.

H. Nasir dari Klub PETA Makassar mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti turnamen tersebut.

Ia bahkan menyebut keterlibatan langsung Bupati sejak pembukaan hingga penutupan sebagai sesuatu yang jarang ditemuinya dalam berbagai event panahan yang pernah diikuti di Indonesia.

“Sudah keliling se-Indonesia mengikuti berbagai event panahan, dan baru kali ini di Bupati Cup Luwu Timur, Bapak Bupati sendiri yang membuka acara, dan beliau sendiri juga yang menutup acara ini,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Firman Udding selaku Ketua Pordasi Luwu Timur yang dinilai konsisten berada di lokasi dan mendampingi jalannya pertandingan.

“Ketua Pordasi Luwu Timur, beliau tidak pernah meninggalkan tempat acara. Ini hal yang sangat langka dan luar biasa,” tambahnya.

Menurut Nasir, perhatian panitia terhadap peserta dan keluarga pendamping juga menjadi nilai lebih. Konsumsi tidak hanya diberikan kepada pemanah, tetapi juga keluarga yang datang mendampingi.

“Masya Allah, ini luar biasa,” tuturnya.

Bupati Cup II akhirnya ditutup dengan pengumuman para juara. Pada kategori Ikhwan, Juara I diraih Suburhan dari Konawe Sunnah Sport, Konawe. Juara II Adhyn dari Paguyuban Lagaligo Luwu Timur, Juara III Abu Alifah dari Mumtas Kota Palu, dan Juara IV Ilyas Nasa dari Kompas Makassar. Sementara Top Skor diraih Abu Diva dari Divaarchery, Sigi.

Untuk kategori Akhwat, Juara I diraih Andi Astri Pratiwi dari Sawerigading Archery Generation Palopo, Juara II Siti Rabiah dari Ar Rimayah Club Palopo, Juara III Noviana dari Salahuddin Al Ayyubi Archery Palu, dan Juara IV Catur Sunani dari Waroqun Akhdor Archery Palu. Top Skor diraih Fadhilah Hanifah dari Darussalam Archery Club Wajo.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini