Bawa Alat Cukur di Motor, Babinsa di Luwu Utara Sisir Sekolah hingga Masjid Layani Warga Gratis
MASAMBA, TEKAPE.co – Ada cara unik yang dilakukan seorang prajurit TNI untuk membantu masyarakat di wilayah binaannya.
Sertu Satriwan, Babinsa yang bertugas di Desa Lino, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, membuka layanan cukur rambut gratis bagi warga dan pelajar.
Bukan membuka barbershop tetap, Satriwan justru berkeliling menggunakan sepeda motor.
BACA JUGA: Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput Antrean BBM di Palopo, Dipanggil Polisi lalu Dikepung
Peralatan cukur dibawanya untuk mendatangi sekolah hingga sejumlah lokasi yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut biasanya dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga menjelang sore.
Satriwan mengatakan, layanan cukur gratis itu telah dijalankannya selama sekitar empat tahun sejak bertugas sebagai Babinsa.
BACA JUGA: Dugaan Konflik Kepentingan Disorot, Laporan Lahan Islamic Center Malili Sementara Ditelaah Kejari
Ia memilih kegiatan tersebut karena memiliki hobi di bidang barbershop sekaligus ingin membantu warga yang membutuhkan.
“Untuk kegiatan cukur gratis bagi masyarakat dan pelajar ini sudah sekitar empat tahun saya jalankan selama menjadi Babinsa. Setidaknya ada sekitar tiga desa yang sering saya datangi untuk melaksanakan program ini di masyarakat,” kata Sertu Satriwan, anggota Babinsa Kodim 1403/Palopo, Jumat (25/9/2026).
Menurut Satriwan, kegiatan tersebut terinspirasi dari berbagai aktivitas sosial bertajuk Jumat berkah yang dilakukan masyarakat.
Namun, bentuk kepedulian yang dipilihnya adalah memberikan jasa potong rambut secara cuma-cuma.
Tak hanya menyasar pelajar di sekolah, Satriwan juga mendatangi para petani dan warga di wilayah binaannya.
Bahkan, pada hari Jumat, ia kerap menawarkan jasa cukur gratis di lingkungan masjid.
“Semuanya gratis, baik pelajar di sekolah maupun petani dan masyarakat. Untuk servis dan membeli peralatan cukur baru, saya sisihkan dari gaji dan insentif selama ini,” ungkapnya.
Warga Merasa Terbantu
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Wawan Hermanto, salah satu orang tua siswa, mengatakan kehadiran Babinsa dengan layanan cukur gratis sangat membantu keluarga, khususnya mereka yang ingin menghemat pengeluaran.
Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya dirasakan pelajar sekolah dasar, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan jasa potong rambut.
“Kalau tarifnya sama sekali tidak ada alias gratis. Bahkan anak saya tidak pernah lagi cukur di pangkas rambut dan selalu menunggu Pak Babinsa untuk dicukur di sekolah. Jadi, kami sangat terbantu,” kata Wawan.
Dalam sehari, Satriwan bisa melayani hingga sekitar 20 orang.
Selama empat tahun menjalankan kegiatan tersebut, ia terus membawa peralatan cukurnya berkeliling untuk mendatangi warga yang membutuhkan.
Layanan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian Babinsa kepada masyarakat di wilayah binaannya.
Dengan cukur rambut gratis, Satriwan berharap dapat membantu meringankan beban warga yang belum sempat atau belum memiliki biaya untuk menggunakan jasa barbershop.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi salah satu cara Satriwan membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga di wilayah tugasnya. (*)





Tinggalkan Balasan