Bantuan Pangan 2026, Kabupaten Luwu Dapat Alokasi untuk 50.961 Penerima
LUWU, TEKAPE.co – Kabupaten Luwu mendapat alokasi Bantuan Pangan Tahun 2026 untuk 50.961 penerima. Setiap penerima akan memperoleh 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bantuan pangan tersebut diluncurkan serentak untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada Kamis, 13 Agustus 2026. Bupati Luwu, H. Patahudding, mengikuti kegiatan secara langsung melalui zoom meeting dari Perum Bulog Kabupaten Luwu, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara.
Peluncuran bantuan pangan merupakan bagian dari sinergi Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga ketahanan pangan serta memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan dibuka Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara hibrid dari Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Pemerintah kabupaten dan kota mengikuti kegiatan melalui zoom meeting.
Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Palopo, Iskandar Zulkarnain, mengatakan Kabupaten Luwu mendapat alokasi bantuan pangan bagi 50.961 penerima. Bantuan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap penerima selama tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026.
Selain bantuan pangan, Gubernur Sulawesi Selatan memberikan dua unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kabupaten Luwu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi karena Bupati Luwu mengikuti secara langsung kegiatan peluncuran melalui zoom meeting.
Stok Beras Sulsel Cukup untuk Sekitar 10 Bulan
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi mengatakan stok beras di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 826 ribu ton.
Dengan jumlah penduduk Sulawesi Selatan sekitar 9,5 juta jiwa dan asumsi konsumsi beras 104 kilogram per kapita per tahun, kebutuhan beras masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 83 ribu ton per bulan.
“Dengan stok 826 ribu ton dan kebutuhan sekitar 83 ribu ton per bulan, ketahanan stok beras Sulawesi Selatan sekitar 10 bulan,” jelas Fahrurozi.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan beras di Sulawesi Selatan masih aman. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan karena stok beras masih tersedia dalam jumlah yang cukup.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi Perum Bulog yang terus menjaga ketersediaan stok beras di Sulawesi Selatan. Menurut dia, stok yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
Bupati Luwu H. Patahudding turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Perum Bulog terhadap ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Luwu.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Perum Bulog atas dukungan terhadap masyarakat Kabupaten Luwu. Bantuan pangan ini sangat berarti bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Patahudding berharap penyaluran bantuan pangan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga penerima bantuan.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Perum Bulog dalam memastikan ketersediaan serta stabilitas pangan di daerah. (hms)





Tinggalkan Balasan