Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Anak Diduga Disiksa di Dairi, Ini Respons Anggota DPR RI Bane Raja Manalu

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu (kiri) dan tangkapan layar video AGP seorang anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (kanan), (Dok: Abednego Manalu)

DAIRI, TEKAPE.co – Kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendapat perhatian dari Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu.

Perhatian tersebut muncul setelah video seorang anak yang memperlihatkan kondisi penuh luka dan mengaku mendapat perlakuan kekerasan diduga dari bibinya viral di media sosial pada Jumat (21/8/2026).

Dalam video yang beredar tersebut, AGP tampak gemetar saat menceritakan kondisi keluarganya dan dugaan kekerasan yang dialaminya.

BACA JUGA: Pelarian 16 Hari Berakhir, Pelaku Sayat Mantan Istri 10 Kali Ditangkap di Sulteng

Dalam keterangannya di video, AGP menyebut ayahnya sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkotika. Ia juga mengatakan tidak mengetahui keberadaan ibunya.

Pernyataan tersebut disampaikan AGP dalam kondisi terlihat ketakutan dan tubuhnya gemetar. Namun, informasi mengenai kondisi dan keberadaan kedua orang tua AGP masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang dan keluarga.

Bane Raja Manalu menyatakan kesiapannya membawa kedua anak tersebut ke Jakarta apabila keluarga menyetujui. Kedua anak itu nantinya akan mendapat dukungan pendidikan dan pengasuhan.

BACA JUGA: Ayah Bejat di Luwu Timur Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Kandung Berulang Kali Sejak 2022

Pernyataan tersebut disampaikan Bane melalui perwakilannya, Duat Sihombing, saat mengunjungi kedua korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Sidikalang, Minggu (23/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Bane juga menyerahkan bantuan berupa susu, makanan ringan, pakaian, dan vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan kedua anak selama menjalani perawatan.

Bane juga melakukan video call dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi. Dalam komunikasi tersebut, Bane menyampaikan rencana untuk membawa kedua anak ke Jakarta jika keluarga memberikan persetujuan.

“Jika keluarga berkenan, kami siap membawa kedua anak ini ke Jakarta agar mereka dapat melanjutkan pendidikan sekaligus mendapatkan dukungan pendidikan dan pengasuhan,” demikian inti penyampaian Bane melalui sambungan video call tersebut.

Kedua anak yang menjadi perhatian tersebut masing-masing berinisial AGP (7) dan AP (6). Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan kondisi AGP beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, AGP terlihat mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. Anak tersebut juga tampak gemetar ketika menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya.

Informasi awal menyebutkan, anak tersebut ditemukan di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini