Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, Warga Pa’tambenan Toraja Akhirnya Melihat Harapan Jembatan Beton

Personil Kodim 1414/Tator tengah membersihkan lokasi di sekitar jembatan guna persiapan pembangunan jembatan permanen di Lembang Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, belum lama ini. (ist)

RANTEBUA, TEKAPE.co – Harapan yang selama puluhan tahun hanya menjadi angan-angan akhirnya mulai terlihat di Dusun Pa’tambenan, Lembang Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara.

Warga yang selama ini mempertaruhkan nyawa setiap melintasi sungai kini mulai menyaksikan langkah awal pembangunan jembatan beton yang mereka impikan.

Selama bertahun-tahun, akses tersebut menjadi urat nadi penghubung Kecamatan Rantebua dengan Kecamatan Nanggala.

Jalur ini merupakan jalan pintas yang memangkas jarak perjalanan menjadi sekitar empat kilometer. Sebaliknya, jika melalui jalan utama, warga harus memutar hingga kurang lebih 10 kilometer.

Sayangnya, hingga kini jalur vital itu belum memiliki jembatan permanen. Warga hanya mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu yang dibangun secara swadaya dan terus diperbaiki setiap kali rusak.

Saat musim hujan datang, arus sungai berubah ganas. Jembatan bambu yang mulai lapuk menjadi ancaman bagi siapa saja yang melintas. Tak sedikit warga memilih menunggu air surut karena khawatir terseret arus.

Padahal setiap hari, jalan tersebut menjadi akses utama para petani mengangkut hasil kebun, anak-anak menuju sekolah, hingga masyarakat yang beraktivitas di dua kecamatan.

Kini secercah harapan mulai hadir. Pemerintah daerah bersama Kodim 1414/Tana Toraja melalui program TNI Manunggal, pemerintah lembang, dan masyarakat bergotong royong memulai pembangunan jembatan permanen berbahan beton.

Tahap awal diawali dengan pembersihan lokasi, survei teknis, hingga penggalian pondasi. Seluruh pekerjaan masih dilakukan secara manual menggunakan linggis, palu, dan tenaga manusia.

Tim survei terdiri dari personel Denzibang 042/XIV Palopo, Serda Pandi, bersama Babinsa Lembang Pitung Penanian Koramil 1414-05/Sanggalangi, Koptu Ediyanto Salinding.

Hasil survei menunjukkan jembatan akan dibangun melintasi sungai dengan bentang sekitar 14 meter, lebar sungai 12 meter, dan kedalaman mencapai empat meter.

Meski hanya mengandalkan peralatan sederhana, semangat personel TNI tidak pernah surut. Sekitar 10 anggota Kodim 1414/Tator bahu-membahu memecahkan batu dan menggali pondasi di tengah medan yang cukup berat.

“Kami bersama rekan-rekan dari Kodim tetap semangat meski masih menggunakan tenaga manual. Kami bangga bisa ikut mewujudkan impian masyarakat memiliki jembatan beton yang aman,” ujar Babinsa Lembang Pitung Penanian, Koptu Ediyanto Salinding, Jumat (3/7/2026).

Semangat gotong royong yang diperlihatkan TNI bersama masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dengan alat berat, tetapi juga dengan kepedulian dan kerja bersama.

Kepala Lembang Pitung Penanian, Yohanis Rantebunga, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kodim 1414/Tator terhadap kebutuhan masyarakat.

“Atas nama pemerintah lembang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada personel Kodim. Jalan ini merupakan akses penghubung dua kecamatan, sehingga keberadaan jembatan beton sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Bagi warga Pa’tambenan, jembatan beton ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah simbol berakhirnya penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun. Sebuah harapan agar anak-anak dapat berangkat ke sekolah tanpa rasa takut, petani lebih mudah membawa hasil panen, dan roda perekonomian desa bergerak lebih cepat tanpa lagi dihantui derasnya arus sungai setiap musim hujan.

(Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini