Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Cuaca Buruk, Seekor Lumba-lumba Ditemukan Terdampar di Pesisir Maros

Seekor lumba-lumba yang terdampar di pesisir Pantai Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (2/2/2026), diduga akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. (ist)

MAROS, TEKAPE.co – Seekor lumba-lumba berukuran besar ditemukan terdampar di pesisir Pantai Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026) pagi.

Diduga, hewan laut tersebut terbawa arus kuat akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

Kepala Dusun Kuri Caddi, Sapri, mengatakan cuaca ekstrem mulai melanda kawasan pesisir sekira pukul 08.30 Wita.

BACA JUGA: Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Moncongloe Maros, Seorang Anak Luka

Kondisi tersebut memicu gelombang laut yang cukup tinggi dan berpotensi menyeret hewan laut ke perairan dangkal.

“Sejak pagi hujan sangat deras dan angin kencang. Ombak di laut juga terlihat lebih besar dari biasanya,” ujar Sapri saat dikonfirmasi.

Sekitar pukul 09.00 Wita, warga yang berada di sekitar pantai menemukan seekor lumba-lumba berada di bibir laut.

BACA JUGA: Pohon Tumbang di Tamalanrea Makassar, Penjual Rambutan Tertimpa

Awalnya, hewan tersebut dikira masih berenang di perairan dangkal, namun setelah didekati, warga memastikan bahwa lumba-lumba itu telah terdampar.

Sapri menyebut, lumba-lumba tersebut memiliki ukuran cukup besar dengan perkiraan bobot mencapai 200 hingga 300 kilogram. Kondisinya juga dinilai kurang sehat.

“Di tubuhnya terlihat ada beberapa luka, dan mata sebelah kiri tampak mengalami gangguan,” kata Sapri.

Mengetahui kejadian itu, pemerintah desa bersama warga segera melaporkan temuan tersebut kepada sejumlah pihak terkait, di antaranya Pospol Pattene, Babinsa Desa Nisombalia, kepala desa, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Kami sudah menghubungi kepolisian, Babinsa, dan BKSDA. Informasinya, mereka sedang memantau dan kemungkinan menuju lokasi,” ujarnya.

Salah seorang warga, Haris, yang pertama kali melihat lumba-lumba itu, mengatakan panjang hewan tersebut diperkirakan sekitar 170 sentimeter.

Ia bersama beberapa warga sempat berupaya mengembalikan lumba-lumba ke laut.

“Kami angkat ramai-ramai dan dibawa ke arah laut sekitar 10 sampai 20 meter. Tapi tidak lama kemudian, lumba-lumba itu kembali lagi ke tepi pantai,” tutur Haris.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kedatangan petugas terkait untuk penanganan lebih lanjut terhadap lumba-lumba tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini