Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Viral, Satpam Sekolah di Luwu Utara Jadi Korban Pemukulan Siswa

Kolase tangkapan layar video yang memperlihatkan petugas keamanan sekolah, dengan luka di wajah usai diduga dipukul oleh seorang siswa di lingkungan sekolah, Kabupaten Luwu Utara, Senin (26/1/2026). (ist)

LUWU UTARA, TEKAPE.co – Sebuah video yang diunggah akun Instagram @palopo_info memperlihatkan seorang pria dengan wajah berdarah di lingkungan SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Video tersebut memicu perhatian luas warganet.

Dalam rekaman, perekam menyebut korban sebagai seorang guru yang dipukul oleh siswa.

BACA JUGA: Kalender SMPN 2 Palopo Dijual Rp 25 Ribu, Sekolah Sebut Aksi OSIS

Kepolisian meluruskan informasi itu.

Kasi Humas Polres Luwu Utara, AKP Sapri, menegaskan pria dalam video bukan tenaga pengajar, melainkan petugas keamanan sekolah.

“Korban adalah satpam SMPN 1 Baebunta Selatan, bukan guru,” kata Sapri saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

BACA JUGA: Ditetapkan Tersangka, PD Malah Unggah Chat Penyidik dan Singgung Berita Hoaks

Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026), di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan.

Menurut keterangan polisi, korban bernama Arpan Lisman (28), sementara terduga pelaku adalah siswa berinisial MY (16).

Kejadian bermula ketika Arpan melihat MY berada di rumah warga sekitar 100 meter dari sekolah pada jam pelajaran.

Arpan kemudian meminta siswa tersebut kembali ke sekolah.

Setibanya di depan kelas, terjadi tindakan fisik berupa tendangan dari korban kepada siswa.

Sekitar 20 menit kemudian, MY mendatangi Arpan yang sedang berada di depan kantor sekolah.

MY disebut berteriak, melontarkan kata-kata kasar dan menantang korban.

Karena tidak direspons, MY kemudian memukul Arpan beberapa kali hingga menyebabkan luka di bagian wajah.

Akibat insiden itu, Arpan mengalami luka dan melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Luwu Utara.

Polisi menyatakan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penanganan lebih lanjut.

Video kejadian tersebut terus beredar di media sosial dan memantik diskusi publik terkait kekerasan di lingkungan sekolah serta peran pengawasan terhadap siswa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini