Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tak Ada Sosialisasi, Ketua Asosiasi THM Toraja Utara Sebut Penutupan Total Selama Ramadan Telantarkan 700 Pekerja

Ketua Asosiasi Tempat Hiburan Malam (THM) Kabupaten Toraja Utara, Deddy Sufriady yang akrab disapa Pongkez. (ist)

Selain itu, Deddy mempertanyakan kebijakan pelarangan penjualan alkohol yang dinilai hanya berdampak pada THM, sementara penjualan minuman beralkohol di tempat lain masih berlangsung.

“Kalau memang tidak boleh jual alkohol, seharusnya berlaku untuk semua. Kenapa hanya THM yang ditutup?” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dengan melihat sisi kemanusiaan dan dampak ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada sektor tersebut.

“Kita semua bicara toleransi, tapi jangan sampai ada masyarakat yang harus kelaparan. Sebulan tanpa penghasilan itu bukan waktu yang singkat,” tegasnya.

Deddy juga menilai pemerintah seharusnya mencari solusi yang lebih bijak, misalnya pengaturan jam operasional setelah salat tarawih dengan pengawasan ketat, bukan penutupan total.

“Tidak ada orang bercita-cita menjadi LC atau pelayan kafe. Mereka bekerja karena kebutuhan hidup. Semua manusia sama derajatnya, hanya berbeda cara mencari nafkah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Toraja Utara, Rianto Yusuf, menegaskan pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai regulasi dan instruksi pimpinan daerah.

“Kami hanya menjalankan perintah atasan. Jika ada petunjuk atau kebijakan baru, tentu kami akan menyesuaikan,” ujar Rianto saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).

(Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini