Suaedi Pimpin ADI Tana Luwu, Dirangkaikan Seminar Harmonisasi Indonesia-Malaysia
PALOPO, TEKAPE.co – Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Cabang Tana Luwu, dilantik dan Rapat Kerja Pengurusan Cabang ADI Tana Luwu periode 2018-2023, di Auditorium Phinisi IAIN Kota Palopo, Rabu 1 Agustus 2018.
Pelantikan pengurus ADI Cabang Tana Luwu yang diketuai Dr Suaedi itu, dirangkaikan dengan seminar antar bangsa Indonesia-Malaysia bertema ‘Harmonisasi Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Malaysia.’
Hadir dalam seminar itu, Dekan Fakultas Humanities Art Herritage University Malaysia Saba Prof Dr Ismail Ibrahir, Sekda Kota Palopo H Jamaluddin Nuhung SH MH, Rektor IAIN Palopo Dr Abdul Pirol MAg, pengurus ADI wilayah Sulsel, pengurus ADI cabang Tana Luwu, dan para pimpinan perguruan tinggi se Tana Luwu.
Rektor IAIN Kota Palopo, Dr Abdul Pirol, menyampaikan, perguruan tinggu saat ini sangat memerlukan kerjasama antara bangsa.
Ia berharap, mudah-mudahan para pengelola perguruan tinggi saat ini, bukan hanya antar dua Negara, tetapi juga antar dua perguruan tinggi Indonesia dan khususnya Sulawesi Selatan, Makassar.
“Perluh kami sampaikan, IAIN Kota Palopo ini sebenarnya perguruan tinggi yang sudah berkipra cukup lama. Tahun ini adalah tahun yang ke-50 sejak didirikan pada tahun 1968. Kemudian dalam perkembangan terakhir beralih status jadi sekolah tinggi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo pada tahun 2014,” terang Pirol.
Sementara itu, Pj walikota Palopo, Andi Arwine Azis SSTP, yang diwakili Sekda Kota Palopo H Djamaluddin Nuhung, menyampaikan kehadiran para dosen pengajar ini merupakan berkah sekaligus pertanda kemajuan daerah dan bangsa ini.
“Dengan peran dan tanggung jawab yang diemban para dosen selama ini, khususnya di Kota Palopo, semakin membuat kami optimis dalam mewujudkan program pembangunan sektor pendidikan, yang telah menjadi salah satu dimensi pembangunan yang diusung Pemerintah Kota Palopo sejak terbentuknya Kota Palopo 16 tahun lalu,” katanya.
Oleh karena itu, pemikiran dan gagasan para dosen yang bergabung dalam asosiasi ini diharapkan dapat menstimulasi dan memformulasikan model pengembangan pendidikan yang maju berkembang dan berdaya saing.
“Saya berharap agar sistem dan model pengembangan pendidikan yang kita terapkan dapat tetap mengedepankan semangat kearifan lokal sebagai Wija to Luwu,” katanya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang ada saat ini peringkat kualitas pendidikan Indonesia masih berada pada posisi ke-5 dari 10 negara ASEAN.
“Data ini merupakan suatu tantangan bagi kita semua agar kedepannya kita dapat berbena dan lebih mengembangkan inovasi pendidikan, sehingga kualitas pendidikan kita mendapat pengakuan yang lebih baik lagi di mancanegara,” katanya.
Oleh karena itu, asosiasi dosen Indonesia tanah Luwu ini diharapkan senantiasa menyampaikan konstribusi pemikirannya dalam memajukan dunia pendidikan bangsa dan tanah pada khususnya.
Menurutnya, Asosiasi Dosen Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi handal yang cerdas berkarakter dan beradab di tengah persaingan global.
“Saya berharap kepada pengurus ADI yang dilantik pada hari ini, agar kiranya dapat Mensinergikan program kerjanya dengan program pembangunan pendidikan yang diusung oleh masing-masing kabupaten/kota di Tanah Luwu ini, sehingga dalam penjabarannya menghasilkan prestasi dan prestise serta kemaslahatan umat,” ujarnya.
Jamaluddin juga mengutip pernyataan Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu Daeng Bau, yang dalam satu kesempatan, mengatakan dan menegaskan 9 kerajaan besar yang ada di Malaysia, 7 diantaranya didirikan oleh keturunan Wija to Luwu. Salah satunya yaitu kerajaan Selangor Malaysia.
“Ini menjadi bukti otentik betapa jalinan kerjasama dan harmonisasi antara wija Tolu dengan Malaysia telah terbangun sejak dulu kala, dan tidak ada alasan bagi kita selaku generasi penerus untuk memutuskan pertalian silaturahmi ini,” tandasnya.
Pelaksanaan seminar ini merupakan momentum bagi semua pihak, khususnya kalangan pendidikan untuk lebih memantapkan kembali semangat kebersamaan, sebagai sesama negara serumpun, sekaligus keturunan yang memiliki pertautan sejarah kebudayaan yang kuat.
“Indonesia dan Malaysia punya kesempatan yang kuat dalam memajukan bangsa dengan, tetap berlandaskan pada kekayaan kebudayaan bangsa masing-masing dalam bidang pendidikan,” tandasnya.
Dalam bidang pendidikan Indonesia-Malaysia harus tetap saling melengkapi, melalui pengembangan kerjasama pendidikan dengan berbagai konsep program yang didapat dicetuskan bersama agar kita dapat bersama-sama maju dan maju bersama sama.
“Saya berharap dengan pelantikan pengurus asosiasi dosen Indonesia tanah Luwu periode 2018-2023, agar semakin mengukuhkan Kota Palopo dan tanah Luwu sebagai basis pendidikan perguruan tinggi terbesar kedua di Sulawesi Selatan, setelah kota Makassar. Semoga dalam menunaikan amanah tersebut, senantiasa mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah,” ujarnya. (hms)
Tinggalkan Balasan