SMKN 1 Malili Harap Satpol PP Lutim Aktif Tegakkan Aturan Jam Malam Pelajar
MALILI, TEKAPE.co – Pihak SMKN 1 Malili berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Luwu Timur lebih aktif melakukan patroli penegakan aturan jam malam bagi pelajar.
Harapan ini disampaikan menyusul masih seringnya ditemukan siswa yang berkeliaran hingga larut malam di sejumlah titik di wilayah Malili.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menjerumuskan pelajar ke hal-hal negatif serta mengganggu konsentrasi belajar mereka di sekolah.
Kepala SMKN 1 Malili, Andy Camat S.Pd, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Indarwati S.Pd, mengungkapkan bahwa fenomena pelajar keluyuran malam hari menjadi perhatian serius pihak sekolah.
“Masih sering didapati siswa berada di luar rumah sampai larut malam. Ini tentu memengaruhi kedisiplinan dan fokus belajar mereka di sekolah,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
Menurut pihak sekolah, ada sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak pada malam hari, di antaranya Taman Sayang depan Dinas Tenaga Kerja, Lapangan Merdeka, Landmark Malili, Anjungan Patande, serta Pujasera Andi Nyiwi.
Selain itu, area sekitar pemakaman dekat SMK dan kos-kosan di depan sekolah juga disebut kerap menjadi tempat nongkrong pelajar hingga malam.
Pihak sekolah menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada siswa SMKN 1 Malili, tetapi juga dipengaruhi oleh pergaulan dengan anak-anak muda lainnya, utamanya yang telah tamat sekolah.
“Pengaruh lingkungan sangat besar. Kami khawatir anak-anak ikut terbawa ke hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Bupati Irwan Bachri Syam telah mengeluarkan surat edaran tentang pemberlakuan jam malam bagi pelajar, yang mengatur bahwa siswa tidak diperbolehkan berada di luar rumah melewati pukul 22.00 WITA, kecuali untuk keperluan mendesak atau kegiatan resmi.
Pihak sekolah berharap Satpol PP bersama pihak terkait dapat meningkatkan patroli rutin di titik-titik yang sering menjadi lokasi berkumpul pelajar pada malam hari.
“Ini bukan semata soal penindakan, tapi pembinaan demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya. (up)



Tinggalkan Balasan