Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Sampah Proyek RSUD Pongtiku Resahkan Warga, Manajemen Janji Angkut

Tumpukan sampah sisa material proyek terlihat meluber ke bahu Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di poros Tondon–Palopo, Marante, Toraja Utara, di depan lokasi pembangunan RSUD Pongtiku. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. (erlin/tekape.co)

RANTEPAO, TEKAPE.co – Mega proyek pembangunan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pongtiku di Marante, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, menuai sorotan warga.

Proyek bernilai Rp139,768 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya itu, disebut telah mencapai sekitar 90 persen progres pengerjaan.

Proyek strategis nasional ini sebelumnya ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, didampingi Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto serta Bupati Toraja Utara Frederick Victor Palimbong.

Namun di balik geliat pembangunan rumah sakit tersebut, warga dan pengguna jalan mengeluhkan tumpukan sampah sisa material proyek yang dibiarkan menumpuk di sekitar lokasi dan bahkan hingga ke badan jalan.

Salah seorang pengguna jalan, Risman, menuturkan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah berhari-hari tidak ditangani dan kerap terhambur ke jalan raya.

“Masyarakat resah dengan sampah proyek PT Adhi Karya pembuatan RS Pongtiku yang tertumpuk di jalan dan sering terhambur ke jalan raya. Jangan dibiarkan, ini mengganggu pemandangan mata dan bisa membahayakan nantinya,” ujar Risman, Senin malam (5/1/2026).

Keluhan serupa disampaikan warga lain. Ia berharap pihak rekanan segera bertindak agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut.

“Jangan dibiarkan berhari-hari. Sampah yang ditumpuk bisa terhambur ke jalan dan membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad, selaku Kepala/Manajer K3 RSUD Pongtiku yang menangani kebersihan dan pengelolaan sampah proyek, mengakui adanya tumpukan material tersebut.

“Besok akan kami angkut, Pak. Mohon maaf sebelumnya,” singkat Ahmad.

Kabar Keterlambatan Pembayaran Upah Dibantah Pekerja

Sementara itu, beredar pula informasi terkait keterlambatan pembayaran upah karyawan harian di proyek tersebut.

Diketahui, sekitar 14 pekerja harian yang telah bekerja selama kurang lebih tiga minggu sempat belum menerima upah.

Namun informasi tersebut dibantah oleh salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya. Ia memastikan bahwa upah telah dibayarkan.

“Sudah dibayarkan tadi sore. Saya kira belum, Pak. Tapi sudah dibayar, beres mi,” ujarnya. (erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini