Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Reses di Dapil II, Anggota DPRD Jember Widarto Serap Aspirasi dan Soroti Persoalan Banjir

Anggota DPRD Kabupaten Jember, Widarto, memberikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan reses masa persidangan I tahun 2026 di daerah pemilihan (Dapil) II, Sabtu (14/3/2026). (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Anggota DPRD Kabupaten Jember, Widarto, menggelar kegiatan reses masa persidangan I tahun 2026 di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partainya di daerah pemilihan (Dapil) II, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat sekaligus menampung berbagai aspirasi warga secara langsung.

Widarto menjelaskan, lokasi reses dipusatkan di kantor partai karena berada di wilayah dapilnya sehingga memudahkan masyarakat setempat untuk hadir dan berdialog dengan wakil rakyat.

BACA JUGA: Anggota DPRD Jember Budi Wicaksono Tampung Keluhan Warga saat Reses

Menurut dia, reses menjadi sarana penting bagi anggota legislatif untuk menyampaikan capaian kerja selama masa persidangan sekaligus mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan masyarakat melalui proses pemilihan.

“Kalau sukses itu adalah laporan kinerja. Anggota DPRD harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dikerjakan. Karena kami dipilih oleh rakyat, maka kami harus melaporkan kembali kepada rakyat sebagai pemilik mandat,” ujar Widarto.

Dalam pertemuan tersebut, Widarto juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember.

BACA JUGA: Jelang Nyepi dan Idulfitri, Layanan Kantor Imigrasi Libur Sepekan

Ia menilai penanganan banjir seharusnya tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi, tetapi perlu diantisipasi melalui langkah pencegahan sejak awal.

Ia menyebut persoalan tata ruang serta berkurangnya kawasan resapan air akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir di daerah tersebut.

“Kami di DPRD terus mendorong pihak eksekutif agar penanganan banjir tidak hanya dilakukan saat banjir sudah terjadi. Biayanya mahal dan dampaknya sangat luas. Yang paling penting adalah upaya pencegahan,” tegasnya.

Widarto menambahkan, kawasan hulu di wilayah seperti Silo, Tempurejo, serta daerah sekitar aliran Sungai Mayang perlu dijaga kelestariannya, terutama dari kerusakan hutan yang dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air.

Menurut dia, kerusakan di kawasan hulu akan berdampak langsung pada wilayah hilir seperti Kota Jember, Rambipuji, hingga Balung.

“Kalau hutan di hulu rusak, serapan air hilang. Akibatnya banjir dan longsor terjadi, dan yang terdampak masyarakat di wilayah hilir,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini