Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Relawan Luwu Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Gayo Lues

Relawan Peduli Anak asal Kabupaten Luwu berfoto bersama anak-anak Kampung Palok, Kecamatan Blangkajeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, usai pelaksanaan kegiatan pendampingan psikososial dan edukasi bagi anak dan keluarga penyintas bencana banjir bandang dan longsor, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini diisi dengan aktivitas bermain, belajar, dan mengaji sebagai upaya pemulihan trauma anak pascabencana. (ist)

ACEH, TEKAPE.co – Relawan Peduli Anak asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyempurnakan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh dengan memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak di Kampung Palok, Kecamatan Blangkajeren, Kabupaten Gayo Lues.

Kampung Palok merupakan salah satu desa yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera.

Meski berada di daerah terpencil dengan jarak tempuh lebih dari 300 kilometer, para relawan tetap menembus wilayah tersebut untuk membantu pemulihan trauma anak-anak korban bencana.

Direktur Zidanne School Indonesia, Muhammad Azhar Sabry, mengatakan kehadiran Relawan Peduli Anak dari Luwu bertujuan mendampingi pemulihan psikososial dan pendidikan anak-anak melalui berbagai aktivitas positif.

“Tujuan kami ke Kampung Palok Kabupaten Gayo Lues ini untuk mendampingi pemulihan psikososial dan pendidikan anak-anak korban bencana melalui kegiatan bermain, belajar, bergiat, dan mengaji. Ini merupakan bentuk kepedulian komunitas peduli anak dari Luwu,” kata Azhar Sabry, Selasa malam, 6 Januari 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah komunitas, di antaranya Komunitas Sahabat An-Nisaa, Komunitas Kemah Relawan Pendidikan (KeReN), PD IPARI Luwu, Zidanne School Indonesia, serta didukung relawan lokal dari Komunitas Bhineka Gayo dan Sekolah Bersama (SEBER).

Azhar Sabry yang didampingi istrinya, Mazra Yasir Ashar Sabry, juga mengapresiasi dukungan penuh Bupati Luwu, H. Patahudding, terhadap pelaksanaan kegiatan pemulihan trauma anak-anak di Kampung Palok. Program pendampingan tersebut berlangsung selama tujuh hari, sejak 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Salah seorang guru sekaligus tokoh masyarakat Kampung Palok, Rasyidin, menyampaikan dampak positif dari kegiatan tersebut terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana.

“Pemulihan psikososial dan pendidikan anak-anak korban bencana melalui kegiatan bermain, belajar, bergiat, dan mengaji oleh Relawan Peduli Anak Kabupaten Luwu berdampak terhadap anak-anak kami di Kampung Palok Pak. Mereka mulai gembira dan memiliki harapan baru untuk masa depan mereka pasca bencana,” ujarnya.

“Terima kasih sudah hadir membersamai kami di Kampung Palok yang jaraknya begitu jauh dari kampung bapak dan ibu,” tambahnya.

Kabupaten Gayo Lues berada di dataran tinggi Aceh dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia. Untuk mencapai Kampung Palok, relawan harus menempuh perjalanan darat lebih dari 300 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 15 jam.

Keterbatasan akses transportasi darat membuat kepulangan para relawan dilakukan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Gayo Lues menuju Bandara Polonia, Medan.

Mazra Yasir Ashar Sabry mengungkapkan bahwa sebagian anak-anak di Kampung Palok mengalami trauma berat akibat peristiwa banjir bandang dan longsor yang terjadi pada malam hari.

“Di kampung ini ada beberapa anak yang trauma akibat bencana banjir bandang disertai lumpur dan longsor. Mereka bercerita, waktu itu suasana malam hari mereka harus berlari ke ketinggian menembus belantara hutan untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi psikologis anak-anak kini berangsur pulih setelah mendapat pendampingan intensif.

“Alhamdulillah kini mereka telah tersenyum dan kondisi psikologi telah pulih. Bahkan anak-anak Kampung Palok melepas kepergian kami dengan mementaskan tari Zaman Gayo Lues. Mereka mementaskan dengan wajah penuh suka cita dan terlihat tersenyum bahagia,” ujar Mazra.

Mazra juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Luwu, H. Patahudding, yang secara aktif berkomunikasi untuk memastikan kondisi para relawan selama menjalankan misi kemanusiaan di Gayo Lues.

“Terima kasih, karena Bupati Luwu H. Patahudding setiap saat berkomunikasi untuk memastikan kondisi para relawan peduli anak Luwu dalam keadaan baik-baik saja selama bertugas di Gayo Lues,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini