oleh

Permata Luwu Terbentuk, Emban Misi Kembalikan Jati Diri Adat Budaya

PALOPO, TEKAPE.co — Perkumpulan Masyarakat Adat Tana (Permata) Luwu terbentuk, sejak Kamis, 12 Maret 2020.

Pembentukan lembaga adat itu disepakati, di kediaman Andi Asrul Nyili Opu Tosau, Jl Andi Kambo, Kota Palopo.

Pertemuan sepakat memilih Andi Asrul Nyili Opu to Sau, sebagai Ketua Umum (Ketum) Permata Luwu.

Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa pemangku adat, serta keterwakilan dari pemangku adat.

Andi Asrul, Jumat 20 Maret 2020, mengatakan, salah satu tujuan terbentuknya perkumpulan ini, tidak lepas dari mengembalikan semangat adat dan jati diri adat Luwu yang sesungguhnya.

Untuk dapat dipertahankan anak-anak Luwu dalam mengembangkan serta melestarikan adat budaya yang mulai luntur.

“Lembaga ini juga hadir sebagai wujud pemersatu seluruh tokoh adat yang ada di Tana Luwu, sehingga tidak ada kelompok tertentu yang bisa memecah belah sesama anak bangsa,” jelasnya.

Sebab, kata dia, salah satu roh NKRI adalah melindungi adat demi menjadi manusia yang berbudaya.

Terpisah, Pemegang Mandat Adat Pancai Pao Malangke Barat, Abidin Arief SH, mengatakan, sangat mengapresiasi munculnya perkumpulan yang bertujuan mempersatukan masyarakat adat.

Sebab menurutnya, ikon Permata Luwu, Ketum Andi Asrul Nyili Opu Tosau, tidak diragukan nilai ketokohan serta pengetahuannya tentang sejarah Tana Luwu.

“Menurut saya, terbentuknya perkumpulan ini, sebagai jalan terbaik untuk mempersatukan masyatakat adat se Tana Luwu, agar sejarah kerajaan Luwu di masa lampau yang menjadi peninggalan leluhur sebagai warisan anak turunan Luwu, dapat tetap terjaga,” katanya.

Intinya, pihaknya berpikir positif tentang terbentuknya perkumpulan yang baru ini, sembari mengikuti perkembangan kegiatan-kegiatannya. (*)

Komentar

Berita Terkait