Pabrik Pupuk Organik PT DDS Siap Dibangun di Luwu Timur Awal 2026
YOGYAKARTA, TEKAPE.co — Investasi pabrik pupuk organik di Kabupaten Luwu Timur kian menunjukkan progres positif. PT Dana Daya Sejahtera (DDS) memastikan pembangunan pabrik pupuk organik di Luwu Timur akan dimulai pada awal 2026 mendatang.
Kepastian itu disampaikan dalam kunjungan perwakilan Kabupaten Luwu Timur ke fasilitas pabrik pupuk organik milik PT DDS di Yogyakarta, Selasa (24/12/2025).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada September 2025 lalu.
Direktur sekaligus investor PT DDS, Ni Wayan Sritini, SH, MKn, MM, mengatakan Luwu Timur dipilih karena memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan masih terbuka luas untuk pengembangan pertanian organik.
“Pertama kali kami datang ke Luwu Timur, kami melihat hamparan sawah yang luar biasa luas. Kami fokus pada pertanian organik, dan Luwu Timur sangat potensial menjadi pusatnya,” ujar Sritini.
Pabrik pupuk organik ini direncanakan berdiri di Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare.
Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 15 ton per hari atau sekitar 390 ton per bulan.
Sritini menambahkan, nilai investasi masih dihitung secara bertahap menyesuaikan kebutuhan pasar.
“Kami berjalan bertahap. Jika hasilnya baik dan permintaan meningkat, investasi tentu akan kami tambah,” katanya.
Penanggung Jawab Proyek PT DDS Luwu Timur, Dwi Puji Astuti, menjelaskan bahan baku pupuk akan memanfaatkan limbah organik lokal, seperti sekam padi, pelepah dan bongkol sawit, sisa tanaman, dedaunan, hingga sampah rumah tangga non-plastik.
“Selama ini banyak limbah organik yang belum dimanfaatkan maksimal. Ke depan, semua itu bisa bernilai ekonomi,” jelasnya.
Pabrik ini akan menggunakan teknologi Nutrinow berbasis bioteknologi pico yang diklaim mampu memperbaiki struktur tanah secara cepat, termasuk lahan yang telah terpapar bahan kimia.
Tenaga Ahli Pupuk Organik PT DDS, Iwhan, menyebutkan penggunaan pupuk organik ini tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga meningkatkan produktivitas hasil panen petani secara signifikan.
Dalam tahap awal operasional, pabrik ini diproyeksikan menyerap sekitar 20 tenaga kerja lokal, dengan peluang penambahan seiring peningkatan kapasitas produksi.
Selain itu, PT DDS juga merencanakan pembentukan bank sampah organik berbasis desa.
Mediator Luwu Timur, Sahidin Halun, menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendukung penuh investasi tersebut.
“Luwu Timur sangat terbuka terhadap investasi. Dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan. Apalagi teknologi pupuk organik seperti ini belum ada di Sulsel,” ujarnya.
Pembangunan pabrik ditargetkan dimulai setelah seluruh proses perizinan rampung pada Januari 2026.
Proses konstruksi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan hingga siap beroperasi.
Pemkab Luwu Timur berharap kehadiran pabrik pupuk organik ini mampu memperkuat sinergi antara investor, petani, BUMDes, dan koperasi desa, sekaligus mendorong Luwu Timur menjadi salah satu sentra pertanian organik di kawasan timur Indonesia. (*)



Tinggalkan Balasan