Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Operasi SAR di Bulusaraung Ditutup, Tim Temukan Seluruh Jasad Penumpang ATR 42-500

Peti jenazah Deden Maulana tiba di area kargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Rabu malam, 21 Januari 2026, setelah diberangkatkan dari Biddokkes Polda Sulawesi Selatan. (ist)

PANGKEP, TEKAPE.co – Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi ditutup.

Pada hari ketujuh pencarian, Jumat (23/1/2026), Tim SAR Gabungan memastikan seluruh penumpang telah ditemukan.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, menyebut keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja kolektif lintas unsur, mulai dari aparat TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, hingga partisipasi warga setempat.

BACA JUGA: Jelang Batas Akhir Pencarian, Tim SAR Temukan Sembilan Kantong Jenazah Korban ATR

“Sejak hari pertama pencarian dimulai, kami bekerja di medan yang sangat berat. Alhamdulillah, pada hari ketujuh ini seluruh korban dan benda-benda penting dari pesawat berhasil ditemukan,” ujar Dody di Posko SAR Gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci.

Lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah perbukitan dengan kontur lereng curam, vegetasi semak dan rumput, serta sering tertutup kabut tebal.

Titik penemuan tercatat pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur. Secara geografis, lokasi tersebut berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Makassar dan sekitar 26 kilometer di arah utara-timur laut dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dody juga menyoroti peran pemerintah kecamatan dan desa, khususnya warga Tompobulu dan Balocci, yang dinilainya menjadi penopang logistik dan mobilisasi tim di lapangan.

Menurut dia, warga terlibat mulai dari menyiapkan makanan, menyediakan tempat tinggal bagi relawan, hingga ikut turun langsung ke jalur pencarian.

“Ini murni kerja kemanusiaan. Kekompakan semua pihak menjadi kunci utama di tengah keterbatasan akses dan kondisi alam yang ekstrem,” katanya.

Kepala Desa Tompobulu, Abdul Kadir Hakim, menyatakan pihaknya sejak awal membuka ruang seluas-luasnya bagi relawan dan tim pencari.

Ia menegaskan pencarian korban pesawat jatuh adalah tanggung jawab bersama.

“Kami menganggap ini misi kemanusiaan. Semua yang datang untuk membantu kami sambut dan kami dukung semampu kami,” ujarnya.

Dalam perkembangan terakhir, Tim SAR Gabungan menemukan dua jasad tambahan pada Jumat pagi.

Dengan temuan itu, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 10 orang.

“Pada pukul 08.33 Wita satu paket ditemukan, disusul paket berikutnya sekitar 08.59 Wita oleh Tim Elang 5,” kata Dody.

Proses evakuasi, menurut dia, masih menghadapi kendala cuaca dan keterbatasan jalur darat.

Dari lima jasad yang ditemukan sehari sebelumnya, sebagian telah tiba di Makassar, sementara lainnya masih menunggu pengangkutan melalui jalur udara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini