Mantan Pelaut 12 Tahun Kini Bidik Senayan, Kaharuddin Siap Bawa Aspirasi Sulsel ke DPR RI
PALOPO, TEKAPE.co – Dua belas tahun mengarungi lautan bebas di atas kapal tanker menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Kaharuddin.
Pria kelahiran Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 16 Juni 1977, itu kini memilih menghadapi “gelombang” yang berbeda.
Setelah bertahun-tahun ditempa kerasnya dunia maritim, membangun bisnis perkapalan dan minyak dan gas (MIGAS), serta aktif di sejumlah organisasi, Kaharuddin mulai memantapkan langkah terjun ke panggung politik.
BACA JUGA: Kursi DPR RI Warisan RMS Masih Kosong, Syaharuddin Alrif: Tunggu Keputusan DPP NasDem
Targetnya tak main-main.
Kaharuddin mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dan membawa aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan ke Senayan.
Bagi Kaharuddin, keputusan masuk politik bukan sekadar mengejar jabatan atau kekuasaan.
Ia ingin menjadikan politik sebagai ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ditemuinya di lapangan.
“Perjalanan menuju Senayan bukanlah langkah mudah. Dibutuhkan kerja keras, dukungan masyarakat, serta komitmen yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Kaharuddin.
12 Tahun Ditempa di Laut
Sebelum berbicara soal politik, Kaharuddin memiliki perjalanan panjang di dunia pelayaran.
Selama 12 tahun, ia menghabiskan sebagian masa mudanya sebagai pelaut dan mengarungi lautan bebas di atas kapal tanker.
Kehidupan di laut membentuk dirinya untuk memahami arti disiplin, tanggung jawab, ketangguhan, serta keberanian mengambil keputusan dalam situasi yang tidak selalu mudah.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal ketika Kaharuddin memilih kembali ke daratan dan memasuki dunia profesional serta bisnis.
Ia mulai menapaki dunia usaha, khususnya di bidang perkapalan dan MIGAS di kawasan industri nasional.
Pada 2004, Kaharuddin dipercaya menjadi Direktur Operasional PT Ocean Seven Singapura, perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan.
Tiga tahun berselang, pada 2007, ia kembali dipercaya menduduki posisi Direktur Operasional PT Empire Marine Singapura yang juga bergerak di bidang perkapalan.
Kariernya terus berkembang.
Pada 2010, Kaharuddin dipercaya sebagai Direktur Utama PT Kaisar Maritim Indonesia.
Sejak 2021 hingga sekarang, ia menjabat sebagai Komisaris PT Sumatera Petro Niaga, perusahaan yang bergerak sebagai distributor MIGAS.
Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Komisaris PT Trans International Shipping yang bergerak di bidang perkapalan.
Kemudian pada 2025 hingga sekarang, Kaharuddin menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bos Malikuil Bahr, perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan.
Sementara sejak 2026 hingga sekarang, ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Maxindo Global Maritim, perusahaan yang juga bergerak di bidang perkapalan.
Pendidikan Berakar dari Dunia Pelayaran
Latar belakang pendidikan Kaharuddin juga tidak jauh dari dunia yang membesarkan dirinya.
Setelah menempuh pendidikan di SDN Lamunre, Belopa pada 1991 dan SMPN 1 Belopa, Luwu pada 1994, ia melanjutkan pendidikan di Departemen Perhubungan Republik Indonesia, Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar, Barombong pada 1995.
Pendidikan di bidang pelayaran kembali ditempuhnya pada 2004 di Departemen Perhubungan Republik Indonesia, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Laut, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran, Makassar.
Kaharuddin kemudian melanjutkan pendidikan di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta dan menyelesaikannya pada 2013.
Dari Dunia Usaha ke Panggung Politik
Selain membangun karier di dunia usaha, Kaharuddin juga aktif dalam organisasi.
Pada 2012, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepulauan Riau.
Sejak 2022 hingga sekarang, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Keluarga Luwu Raya (IKLR).
Pada 2026, Kaharuddin kembali dipercaya mengemban posisi organisasi sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI).
Pengalaman di dunia maritim, bisnis, dan organisasi tersebut kini menjadi bekal Kaharuddin untuk memasuki arena politik.
Ia menilai pengalaman panjangnya membuat dirinya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat maupun dunia usaha.
Kini, pengalaman tersebut ingin dibawa ke ruang pengabdian yang lebih luas.
Kaharuddin ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan melalui jalur politik dan membawa aspirasi tersebut hingga ke tingkat nasional.
Baginya, perjalanan menuju Senayan bukan perkara mudah.
Diperlukan kerja keras, dukungan masyarakat, serta komitmen untuk benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat.
Jika selama 12 tahun dirinya terbiasa menghadapi gelombang di lautan bebas, kini Kaharuddin bersiap mengarungi gelombang politik.
Bedanya, kali ini tujuan yang ingin dicapai bukan sebuah pelabuhan, melainkan Senayan.
“Perjalanan menuju Senayan bukanlah langkah mudah. Dibutuhkan kerja keras, dukungan masyarakat, serta komitmen yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Kaharuddin. (*)





Tinggalkan Balasan