Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ketua KWRI Pringsewu Apresiasi Kesigapan Kanit Lakalantas Tolong Korban Tabrak Lari

Ketua KWRI DPC Pringsewu Davit Segara

PRINGSEWU,TEKAPE.Co – Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia ( KWRI) DPC Kabupaten Pringsewu Davit Segara mengapresiasi kinerja Aipda Dany Waldi, anggota petugas kepolisian lalulintas Polres Pringsewu yang bertugas sebagai kepala unit (Kanit) Laka Lantas di Polres setempat, atas kesigapannya menolong seorang Remaja bernama Muhammad Febri (15), anak dari seorang tukang rongsok yang menjadi korban tabrak lari oleh sebuah mobil di Jalan Raya Kabupaten Pringsewu tepatnya Jalan Depan Bank Lampung, Pringsewu pada, Kamis (5/8/21) lalu.

Davit mengatakan, meski nyawa Muhammad Ferbri tidak tertolong, ia meninggal dunia di salah satu Rumah Sakit Swasta di kabupaten Pringsewu, namun usaha Dany Waldi untuk menyelamatkan nyawa anak tersebut, sudah cukup untuk membuktikan bahwa kesigapannya sebagai anggota kesatuan Lalu lintas menunjukkan pelayanan kepolisian setempat betul-betul maksimal.

” Upaya Aipda Dany Waldi menolong korban laka kemarin itu sudah cukup membuktikan bahwa pelayanan kepolisian resor Pringsewu ( Polres Pringsewu) sangat maksimal pasalnya, beberapa menit dari kecelakaan itu terjadi, kanit laka tersebut sudah langsung berada di lokasi tempat kejadian (TKP), dan perlu kita ketahui kejadian itu bisa dikatakan masih sangat pagi sekali kalo tidak salah sekira jam 06.00 Wib pagi, ini betul-betul kesigapan yang sangat ekstra yang pertu dicontoh oleh petugas kepolisian lalulintas yang lain, “ungkap Davit dikantornya, Sabtu (7/8/21).

Lulusan UKW Dewan Pers 2018 London School of Public Relation (LSPR) Jenjang Wartawan Madya itu juga menambahkan, upaya yang dilakukan Dany Waldi untuk menyelamatkan nyawa Muhammad Febri perlu mendapatkan apresiasi juga dari semua pihak termasuk atasannya, mengingat, kesabarannya dalam upaya mencari pertolongan medis dari Rumah Sakit ke Rumah Sakit sudah jelas petugas kepolisian yang satu ini mempunyai jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi terutama ia sangat mengedepankan tupoksinya selaku anggota kepolisian lalulintas.

” Atas nama Ketua KWRI mewakili seluruh jajaran pengurus serta anggota, saya sangat mengapresiasi Dany Waldi. Untuk itu, saya berharap agar yang bersangkutan bisa juga mendapatkan apresiasi dari atasannya biau. Untuk keluarga korban dari Muhammad Febri, saya turut berbelasungkawa dan sangat menyayangkan atas peristiwa tersebut, semoga almarhum mendapatkan ketenangan disisi Allah SWT, “tukasnya.

Terpisah, Burhan dan Turinah, orang tua dari M. Febri Pranata sudah mengikhlaskan kepergian anaknya.

Tetapi, warga Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu, Lampung itu berharap pengemudi yang menabrak anaknya dapat beritikad baik menemui mereka.

Hal itu dikatakan Turinah selaku ibu kandung M. Febri Pranata saat disambangi dikediamannya.

“Mudah-mudahan pelakunya cepat kena, saya mau memafkan, damai enggak apa-apa. Saya cuma mau melihat pertanggungjawabannya,” kata Turinah didampingi suaminya, di rumah kontrakannya, Sabtu (7/8/21) siang.

Turinah mengaku, bahwa M. Febri merupakan anak keduanya yang sering membantu keluarga bahkan bisa dikatakan menjadi tulang punggung keluarga.

“Anakku yang nomor dua ini, menjadi tulang punggung bagi orang tua, rumah ini aja ngontrak. Bukan rumah sendiri,” ujarnya.

Dengan nada yang gemetar, Turinah mengatakan bahwa ia merasa sangat kehilangan buah hatinya, bersamaan ia juga baru pulang setelah selesai di rawat di rumah sakit.

Mengetahui Turinah masih pemulihan, M. Febri Pranata berpamitan ikut bekerja mencari rongsok, tetapi takdir berkata lain. Anaknya pulang sudah tak bernyawa.

“Saya juga baru di rawat 5 hari tetapi bukan karena Covid. Anak saya bilang, dia mau membantu mencari rongsok. Tetapi kejadiannya malah seperi ini,” ujarnya.

Ditempat sama, Burhan selaku ayah M. Febri Pranata membenarkan bahwa setelah kecelakaan, ada Rumah Sakit yang menolak anaknya dengan alasan alat yang tidak memadai.

“Ada dua rumah sakit yang menolak anak saya waktu itu,” kata Burhan.

Burhan menjelaskan, setelah kecelakaan yang menimpa anaknya, ada temannya menghubungi polisi bernama Dany, ia datang membawa anaknya ke RS pertama yang menolak, RS kedua juga menolak dan baru diterima di RS Mitra Husada.

“Polisinya itu pak Dany. Anak saya diterima di RS Mitra Husada, tetapi setelah beberapa jam perawatan meninggal dunia,” tandasnya.

Awak media Tekape.co, telah berusaha melakukan konfirmasi kepada RS yang diduga menolak, namun pimpinan RS belum dapat ditemui maupun memberikan konfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, Remaja bernama Muhammad Febri, anak dari seorang tukang rongsok diinformasikan menjadi korban tabrak lari oleh sebuah mobil di Jalan Raya Kabupaten Pringsewu tepatnya Jalan Depan Bank Lampung, Pringsewu, Kamis (5/8/21) pagi.

Informasi kecelakaan tersebut viral di salah satu group jejaring facebook sebab Muhammad Febri ditabrak mobil saat membantu sang ayah, mencari rongsok sekitar pukul 05.30 pagi. Sang ayah tak bisa berbuat banyak saat menyaksikan langsung tubuh anaknya ditabrak mobil tersebut. (AJO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini