Hujan Deras Picu Banjir di Delapan Kecamatan Maros, Ribuan Jiwa Terdampak
MAROS, TEKAPE.co – Banjir kembali merendam delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (25/2/2026).
Air yang sebelumnya sempat surut kini kembali naik dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Camba dan Kecamatan Marusu, khususnya di Dusun Kampala.
BACA JUGA: BPBD Sulsel Minta Warga Waspada Hujan Lebat hingga 28 Februari
Di wilayah tersebut, warga terpaksa beraktivitas di atas rumah panggung. Sebagian menggunakan perahu untuk beribadah dan menjalankan aktivitas harian.
Banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur Maros dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi diperburuk oleh fenomena pasang laut sebelumnya yang menghambat aliran sungai di muara, sehingga menyebabkan luapan air di sejumlah wilayah.
BACA JUGA: Tragis! Remaja Terlindas Truk di Jalan Rusak Kencong
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros mencatat sedikitnya delapan kecamatan terdampak, yakni Camba, Tompobulu, Cenrana, Mallawa, Marusu, Maros Baru, Turikale, dan Lau.
Sebagian besar wilayah tersebut berada di bantaran Sungai Maros dan daerah aliran sungai (DAS) Walennae.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Maros dalam status awas curah hujan tinggi pada Dasarian II Januari 2026.
Potensi hujan lebat hingga ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Februari akibat aktifnya monsun Asia dan pembentukan awan cumulonimbus.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendirikan posko siaga bencana.
“Untuk saat ini ada delapan kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Rata-rata ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter. Kami terus berkoordinasi untuk mendirikan posko siaga bencana,” kata Nasrul.
Meski air sempat surut, ketinggiannya kembali meningkat dengan level yang relatif sama. Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi karena mayoritas rumah berbentuk panggung.
Ketua RT Dusun Kampala, Daeng Sangkala, menyebut banjir telah berulang kali terjadi dalam dua bulan terakhir.
“Sudah enam kali banjir dalam dua bulan ini. Sempat surut kemarin, sekarang naik lagi. Warga masih bertahan di rumah,” ujarnya.
Data BPBD menunjukkan, di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Marusu, tinggi air di jalan raya mencapai 75 sentimeter dan di permukiman hingga 1,25 meter.
Sekitar 750 jiwa atau 200 kepala keluarga terdampak di wilayah tersebut.




Tinggalkan Balasan