Enam Mobil Operasional Dinsos Makassar Direvitalisasi
MAKASSAR, TEKAPE.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar memaksimalkan pemanfaatan aset daerah dengan mengubah mobil bekas menjadi armada operasional yang layak pakai untuk mendukung layanan penjangkauan sosial di lapangan.
Sebanyak empat unit kendaraan direvitalisasi melalui proses rebranding agar dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan pelayanan kesejahteraan sosial.
Selain itu, dua kendaraan operasional yang telah menjadi aset Dinas Sosial, masing-masing Toyota Hilux dan kendaraan Dalmas, turut disesuaikan tampilannya sehingga total terdapat enam unit armada yang siap digunakan.
BACA JUGA: Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun di Luwu Timur, Pemda Klaim Progres Lahan Capai 98 Persen
Peresmian enam kendaraan operasional tersebut dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Rabu (14/1/2026).
Kendaraan-kendaraan tersebut didominasi warna dasar putih dengan balutan grafis berwarna merah, kuning, hijau dan biru toska.
Setiap warna memiliki filosofi tersendiri, mulai dari semangat juang, harapan masa depan, ketulusan dalam melayani, hingga komitmen terhadap kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Penanganan Banjir dan Sanitasi Perkotaan
Pada bagian bodi kendaraan tertera tulisan “TRC SARIBATTANG–Rehabilitasi Sosial” serta keterangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang menegaskan fungsi mobil sebagai armada Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menangani persoalan sosial.
Desain kendaraan juga dilengkapi ilustrasi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham sehingga mudah dikenali masyarakat.
Kepala Dinsos Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie mengatakan, kendaraan tersebut dimaksimalkan untuk mendukung kerja-kerja penjangkauan sosial.
Sebagian armada yang digunakan sebelumnya merupakan kendaraan yang tidak lagi difungsikan secara optimal di beberapa instansi.
“Kendaraan ini kami maksimalkan. Ada yang berasal dari Dinas Kesehatan dan ada juga kendaraan Dalmas yang kini dimanfaatkan kembali,” ujar Andi Bukti.
Menurut dia, optimalisasi aset daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sosial tanpa harus bergantung pada pengadaan baru yang membutuhkan anggaran besar.
Ia berharap ke depan ada dukungan lanjutan, khususnya pemanfaatan kendaraan lain yang masih berstatus idle.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar Muhammad Zuhur Daeng Ranca menjelaskan, keenam kendaraan tersebut akan digunakan oleh Tim Reaksi Cepat Saribattang.
Tim ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial, kepolisian, Satpol PP dan unsur TNI.
Armada operasional tersebut digunakan untuk merespons laporan masyarakat terkait persoalan sosial, seperti anak jalanan, orang terlantar, hingga lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal.
“Jika ada laporan warga, tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan penanganan awal. Apabila kebutuhan bersifat mendesak, seperti makanan, langsung kami berikan,” kata Zuhur.
Ia menambahkan, laporan masyarakat diterima melalui aplikasi Lontara, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penjangkauan langsung oleh tim di lapangan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengapresiasi inovasi Dinas Sosial dalam memanfaatkan aset daerah yang sebelumnya tidak digunakan. Menurut dia, kebutuhan kendaraan operasional untuk penanganan sosial telah lama disampaikan, sehingga pemerintah kota memilih memaksimalkan kendaraan yang sudah tersedia.
“Di bagian aset, ternyata ada beberapa mobil yang sudah lama tidak terpakai dan masih bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Munafri.
Ia membuka peluang penambahan kendaraan operasional apabila masih terdapat aset serupa yang belum digunakan.
Munafri juga mendorong agar langkah ini menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah lainnya untuk berinovasi tanpa selalu menunggu ketersediaan anggaran besar.
Menurut dia, optimalisasi aset daerah merupakan solusi efektif dalam menghadirkan pelayanan publik yang efisien.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan lancar.
“Kendaraan bekas harus dipastikan dalam kondisi prima. Jangan sampai sering mogok saat digunakan,” ujarnya.
Munafri berharap kehadiran armada operasional tersebut dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar melalui kerja sama lintas sektor yang semakin solid.(*)



Tinggalkan Balasan