Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Dapur MBG Malili Diluncurkan, Bupati Irwan Dorong Desa Keluar dari Zona Nyaman

Peluncuran Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alam Semesta Berbagi di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Rabu (07/01/2026). (hms)

MALILI, TEKAPE.co Peluncuran Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alam Semesta Berbagi di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Rabu (07/01/2026), menjadi penegasan arah baru pembangunan Kabupaten Luwu Timur, yang tidak lagi sekadar bertumpu pada bantuan sosial, tetapi pada pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa program MBG bukan hanya soal makanan gratis bagi anak sekolah dan kelompok rentan, melainkan bagian dari desain besar pembangunan daerah yang mengintegrasikan pemenuhan gizi, penurunan stunting, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan pendapatan desa.

“Ini bukan sekadar dapur. Ini sistem besar yang kita bangun untuk masa depan anak-anak kita dan ekonomi daerah,” ujar Irwan dalam sambutannya.

MBG Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Menurut Bupati Irwan, keberadaan dapur MBG akan menciptakan sirkulasi ekonomi yang nyata karena seluruh kebutuhan pangan diarahkan berasal dari potensi lokal.

Petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM desa didorong menjadi pemasok utama bahan baku dapur.

“Kalau kebutuhan telur, beras, ikan, dan sayur kita ambil dari luar daerah, kasihan daerah kita. Potensinya besar tapi tidak dimanfaatkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa MBG harus menjadi pasar tetap bagi produk desa, sehingga ekonomi tidak lagi bersifat musiman, melainkan berkelanjutan.

Serap Ribuan Tenaga Kerja

Bupati Irwan menyebutkan satu dapur SPPG dapat menyerap hingga 47 tenaga kerja lokal. Jika target 45 SPPG di Luwu Timur terealisasi, maka hampir 1.800 warga akan memiliki pekerjaan tetap.

“Ini bukan kerja serabutan. Mereka bekerja setiap hari, digaji jelas, dan berkontribusi langsung untuk masyarakat,” katanya.

Ia menilai program MBG menjadi salah satu solusi konkret pengurangan pengangguran di daerah.

Desa Diminta Berani Berubah

Dalam pidatonya, Bupati Irwan secara terbuka mengajak pemerintah desa untuk keluar dari zona nyaman. Ia menegaskan tidak ingin anggaran besar di desa hanya habis tanpa menghasilkan dampak ekonomi.

“Lebih baik anggaran dikembalikan ke kas daerah daripada dipaksakan tapi tidak maksimal,” ujarnya tegas.

Ia mencontohkan pengembangan ayam petelur melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) yang diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp1,2 miliar per tahun per desa jika dikelola secara profesional.

MBG Terhubung dengan Pandu Juara dan Koperasi Merah Putih

Program MBG juga dikaitkan langsung dengan Pandu Juara 2 Miliar Per Desa serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Bupati Irwan menegaskan seluruh desa wajib menyiapkan lahan koperasi sebagai syarat mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Koperasi Merah Putih ini bukan beban, tapi peluang. Semua fasilitas disiapkan pusat, desa tinggal siapkan lahan,” jelasnya.

Menurutnya, koperasi akan menjadi simpul distribusi hasil produksi desa ke dapur-dapur MBG.

Standar Nasional, Tak Boleh Asal Bangun

Bupati Irwan juga mengingatkan yayasan pengelola SPPG agar tidak membangun dapur secara asal. Dapur MBG Malili ditetapkan sebagai contoh dapur standar nasional Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau mau bangun dapur, ikuti standar. Jangan asal jadi karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia meminta kepala sekolah, puskesmas, camat, dan kepala desa aktif mengawasi pelaksanaan MBG di lapangan. Koordinasi antara sekolah dan dapur dinilai penting agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Kalau ada yang tidak sesuai, laporkan. Jangan diam,” pesannya.

Resmi Dibuka, Jadi Model Pengembangan MBG Luwu Timur

Peresmian dapur MBG ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Irwan bersama Ketua TP-PKK Lutim sekaligus Anggota DPRD Sulsel dr Ani Nurbani dan Wakil Ketua II DPRD Lutim Hj Harisah Suharjo, dilanjutkan peninjauan seluruh fasilitas dapur.

Menutup sambutannya, Bupati Irwan berharap dapur MBG Malili menjadi model pembangunan MBG yang tidak hanya memberi makan gratis, tetapi juga menciptakan desa mandiri dan ekonomi yang berputar di daerah sendiri.

Peluncuran dapur MBG ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Lutim sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dr Ani Nurbani, Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur Hj Harisah Suharjo, dua legislator Lutim yakni Nurchalis Azis dan Abdul Halim, unsur Forkopimda, jajaran OPD, camat, kepala desa, serta mitra SPPG. (up)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini