Bupati-Wabup Luwu dan Forkopimda Temui Massa Aksi DOB Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya di Walmas
LUWU, TEKAPE.co – Bupati Luwu Patahudding bersama Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak turun langsung menemui massa aksi yang berunjuk rasa di Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara, Sabtu (24/1/2026) malam.
Massa menuntut percepatan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah serta Provinsi Luwu Raya.
Kedua kepala daerah itu hadir bersama Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, Dandim 1403/Palopo Letkol Inf. Windra Sukma Prihantoro, serta sejumlah anggota DPRD.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut sebagai respons atas aspirasi masyarakat.
Aksi yang diikuti mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat sempat memblokade Jalan Trans Sulawesi dengan memadati badan jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama tersebut mengalami kemacetan.
Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan pembentukan DOB Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Mereka menilai pemekaran penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Tana Luwu.
Dalam kesempatan Pemerintah daerah memilih berdialog langsung dengan peserta aksi.
Saat diwawancarai sejumlah media usai menemui massa aksi, Bupati Luwu Patahudding menyampaikan bahwa proses pemekaran tidak dapat dilakukan secara instan karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif dan teknis.
“Kita sampaikan terkait dengan keinginan mereka soal Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya, tentu tidak serta-merta juga pemerintah mengakomodir tanpa melalui beberapa persyaratan, di antaranya administrasi dan kajian studi kelayakan. Itu yang sementara kami persiapkan. Oleh karena itu, kami sampaikan ke adik-adik mahasiswa dan masyarakat, apa yang menjadi harapan kita, karena itu kami menyetujui,” ujarnya.
“Namun ada beberapa persyaratan yang tentu harus kita persiapkan. Pemekaran itu bukan berarti kita berteriak, kita sepakat, langsung jadi.
Ada beberapa persyaratan yang harus kita penuhi. Karena itu kami, pemerintah daerah, menyiapkan persyaratan itu untuk kita bawa ke pemerintah pusat,” kata dia menambahkan.
Menurut Patahudding, pemerintah daerah bersama DPRD telah berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Kami bersama Ketua DPRD, Wakil Bupati, unsur Forkopimda hadir malam ini telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu dan Ketua DPRD sudah sepakat untuk menerima apa yang menjadi harapan kita, masyarakat di Kabupaten Luwu dan Tana Luwu ini,” tuturnya.
Ia juga berharap massa membuka blokade jalan agar aktivitas warga kembali normal.
“Tadi mereka juga menyampaikan kepada kami mengharapkan bupati hadir di sini, Kapolres, Dandim, dan media nasional. Bahkan kami panggil Ketua DPRD Luwu. Apa yang menjadi harapannya sudah kami akomodir. Harapan kami seperti itu, malam ini akses mudah-mudahan bisa dibuka agar masyarakat yang sudah dua hari terdampak bisa kembali lancar,” ucapnya.
Patahudding menambahkan, dokumen administrasi pembentukan Luwu Tengah pada dasarnya telah lengkap, tinggal proses pengkinian data.
“Administrasi untuk Luwu Tengah sudah selesai dan lengkap. Tinggal ada beberapa administrasi yang perlu pengkinian data. Paling lambat awal Februari kami sudah menghadap ke Menteri Dalam Negeri. Data-data yang perlu kami persiapkan, sebenarnya sudah tiga bulan lalu kami mulai sebelum ada aksi. Untuk Luwu Tengah, apa yang menjadi persyaratan kami lengkapi, dan alhamdulillah persyaratan selama ini sudah lengkap, cuma ada pengkinian data yang harus kami lengkapi lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menilai tidak ada alasan lagi bagi massa untuk tetap menutup jalan setelah pemerintah daerah hadir langsung menemui mereka.
“Harusnya, kalau dengan komitmen mereka tadi, tidak ada alasan lagi untuk tutup. Semua lihat Pak Bupati hadir, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim. Itu yang mereka tunggu tadi. Jadi seharusnya kesadaran, tidak usah dipaksa lagi. Tapi kalau kemudian itu terjadi, kami pastikan dibuka. Mungkin tidak malam ini, kami tidak mau ambil risiko terlalu jauh,” katanya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan situasi dilaporkan tetap kondusif. (ilh)



Tinggalkan Balasan