Bupati Luwu Utara Pimpin Orasi Tuntutan Provinsi Luwu Raya
LUWU UTARA, TEKAPE.co – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim tampil di garis depan aksi tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang digelar di Jalan Poros Sulawesi, Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (5/1/2026) sore.
Aksi tersebut melibatkan ratusan massa dari kalangan masyarakat, pemuda, dan mahasiswa.
Mengenakan seragam dinas berwarna khaki, Andi Rahim menyampaikan orasi dari atas mobil bak terbuka yang berhenti di tengah ruas jalan utama.
BACA JUGA: Wali Kota Makassar Turun ke Aceh, Bawa Bantuan Rp1 Miliar
Kehadirannya menyatu dengan barisan demonstran yang datang dari berbagai latar organisasi dan wilayah.
Aksi tersebut diinisiasi aliansi yang menamakan diri Perlawanan Rakyat Luwu Utara.
Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan terlibat, antara lain Pemilar, Ikatan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara, Forum Komunikasi Pemuda Luwu Utara, Perhimpunan Mahasiswa Hukum DPC Palopo, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
BACA JUGA: Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Palopo Soroti Penataan OPD dan RPJMD Baru
Dalam orasinya, Andi Rahim menyatakan dukungan terhadap tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Ia menilai gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari aspirasi historis masyarakat Tana Luwu yang telah bergulir sejak masa Kedatuan Luwu di bawah kepemimpinan Andi Djemma pada rentang 1953–1963.
Menurut Andi Rahim, keterlibatan pemuda dan mahasiswa mencerminkan kegelisahan kolektif atas masa depan daerah. Ia menyebut perjuangan itu dilandasi idealisme dan ikatan emosional terhadap tanah kelahiran.
“Ini adalah perjuangan nurani dengan semangat yang menyala, membawa cita-cita besar untuk Tana Luwu,” kata Andi Rahim di hadapan massa.
Ia mengatakan, sebagai kepala daerah, dirinya memahami dorongan batin masyarakat yang menginginkan pemekaran wilayah. Secara personal, alumnus Teknik Elektro Universitas Hasanuddin itu mengaku memiliki keinginan yang sama.
“Kita tahu, orang Luwu di mana pun berada selalu memimpikan terbentuknya Provinsi Luwu Raya. Itu telah lama diperjuangkan oleh generasi sebelumnya, dan secara pribadi saya juga merasakan hal itu,” ujarnya.
Meski demikian, Andi Rahim menegaskan bahwa proses pembentukan daerah otonomi baru tidak bisa dilepaskan dari ketentuan hukum dan persyaratan administratif yang berlaku.
Ia mengingatkan bahwa tuntutan tersebut harus ditempuh melalui jalur konstitusional.
“Sebagai bupati, saya harus memahami dan menghormati aturan yang ada. Karena itu, saya ingin menyampaikan semangat kepada para pemuda agar perjuangan ini tetap berada dalam koridor yang benar,” katanya.
Ia juga meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, beradab, dan menjunjung tinggi etika demokrasi.
Dalam kesempatan itu, Andi Rahim secara terbuka menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian terhadap aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.
“Mudah-mudahan perjuangan ini didengar oleh Presiden dan diberi jalan terbaik bagi lahirnya Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa gerakan pemekaran harus dilandasi niat yang tulus dan bebas dari kepentingan politik praktis.
Andi Rahim mengaku percaya bahwa mahasiswa dan pemuda bergerak murni untuk kepentingan daerah.
“Saya yakin adik-adik mahasiswa berjuang tanpa kepentingan pribadi atau politik. Ini semata untuk Luwu Raya. Doa, semangat, bahkan sumber daya kami siap mendukung apa yang kalian perjuangkan hari ini,” katanya.
Di luar aksi jalanan, dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya juga datang dari Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan.
Organisasi tersebut menyatakan komitmen untuk memperkuat konsolidasi perjuangan pemekaran wilayah.
Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan silaturahmi dan rapat pengurus KKLR Sulsel yang berlangsung di Sekretariat KKLR Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (3/1/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu 2026.
Rapat tersebut sekaligus menandai penggunaan sekretariat baru KKLR Sulsel yang telah rampung direnovasi.
Pertemuan dipimpin Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali dan dihadiri jajaran pengurus wilayah serta perwakilan Badan Pengurus Pusat KKLR.
Sejumlah pengurus yang hadir antara lain Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Muaz Yahya, Hamzah Jalante, Andi Yusuf, Husba Phada, serta Wakil Ketua Umum BPP KKLR Abd Talib Mustafa yang juga menjabat Koordinator Wilayah KKLR Indonesia Timur, bersama pengurus pusat lainnya.(*)



Tinggalkan Balasan