Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bupati Bulukumba Launching 605 Posyandu Era Baru, Transformasi Layanan Dasar dan Penguatan Pencegahan Stunting

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) saat melaunching Posyandu Era Baru di Posyandu Flamboyan III, Desa Barombong, Kecamatan Gantarang, Kamis (22/1/2026), sebagai upaya transformasi layanan dasar dan penguatan pencegahan stunting di Kabupaten Bulukumba. (ist)

Pada momentum yang sama, Bupati Bulukumba juga melaunching inovasi Pemutakhiran Data Anak Stunting (PEDAS) ke-4. Program PEDAS 4 tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak stunting, tetapi juga menyasar ibu hamil dan ibu menyusui sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Untuk layanan PMT, dilakukan kerja sama dengan SPPG dalam penyiapan makanan, serta kader dan penyuluh KB dalam penyaluran langsung kepada sasaran.

Andi Utta: Posyandu Garda Terdepan Layanan Dasar

Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba yang akrab disapa Andi Utta menyampaikan bahwa Posyandu Era Baru merupakan terobosan penting dalam pengelolaan pelayanan dasar masyarakat.

“Posyandu Era Baru adalah transformasi layanan yang tidak lagi hanya menangani kesehatan ibu dan balita, tetapi sudah mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ini menjadi pusat layanan terpadu pada beberapa bidang SPM,” ujar Andi Utta.

Ia berharap Posyandu Era Baru dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan stunting secara lebih komprehensif. Untuk itu, kepala desa dan lurah diminta memastikan seluruh anak balita dan baduta yang mengalami stunting di wilayahnya menjadi sasaran layanan Posyandu.

“Bekerja dan membantu dalam urusan stunting dan Posyandu adalah pekerjaan yang mulia, karena kita sedang mempersiapkan generasi muda Bulukumba untuk masa depan yang lebih kompetitif, serta mewujudkan masyarakat Bulukumba yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.

PKK Tekankan Peran Posyandu dalam Pencegahan Penyakit

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menekankan bahwa tantangan kesehatan masyarakat semakin kompleks, mulai dari stunting, gizi buruk, penyakit menular, hingga meningkatnya penyakit tidak menular.

Menurutnya, seluruh tantangan tersebut harus ditangani melalui pendekatan pencegahan, dan Posyandu Era Baru menjadi benteng paling awal dalam upaya tersebut.

“Melalui kegiatan rutin seperti penimbangan, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, penyuluhan gizi, dan edukasi kesehatan, Posyandu berperan besar dalam mendeteksi dini risiko penyakit dan mencegah kejadian yang lebih berat di kemudian hari,” jelasnya.

Ia menegaskan, semakin aktif Posyandu, semakin sehat masyarakat, dan semakin kuat kader, semakin kuat pula desa.

Herfida Muchtar juga menekankan bahwa tidak boleh ada Posyandu yang mati suri atau hanya dibuka sebulan sekali tanpa edukasi, pelayanan, dan kader yang aktif. Pemerintah desa bersama kader PKK diminta memastikan seluruh Posyandu Era Baru berjalan aktif dan terjadwal.

“Posyandu adalah wajah pelayanan dasar desa dan kelurahan. Jika Posyandu aktif, maka pembangunan desa juga dinilai berhasil,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini