oleh

Adu Hasil Survei Pilgub, IYL-Cakka Dijagokan Lembaga Nasional, NA-ASS Versi Lokal

MAKASSAR, TEKAPE.co – Detik-detik terakhir perhelatan Pilgub Sulsel 2018, sejumlah lembaga survei, baik lokal maupun skala nasional, bergantian merilis hasil survei mereka. Hasilnya, mereka menjagokan paslon berbeda.

Lembaga survei lokal, Celebes Research Center (CRC) dan Script Survei Indonesia (SSI) misalnya, keduanya menjagokan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Hasil survei itu berbeda dengan lembaga survei yang telah lama bergelut di skala nasional, seperti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dan Jaringan Suara Indonesia (JSI). Keduanya juga punya jagoan. Mereka mengunggulkan paslon Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Lembaga surevei lokal, SSI misalnya, merilis survei NA-ASS atau Prof Andalan jaug meninggalkan rivalnya.

Dalam survei yang diketahui dekat dengan Prof Andalan itu, persentase elektabilitas Prof Andalan ditempatkan di posisi 37,7%, menyusul NH-Aziz di angka 25,49%, dan IYL-Cakka di posisi ketiga dengan angka 19,88%, serta Agus-TBL malah hanya 4,76%. Sisanya belum memutuskan atau rahasia.

“Jadi hasil survei kami pada bulan Mei lalu berbeda, Prof Andalan mengalami kenaikan dengan tingkat elektabilitas di semua Kabupaten kota di Sulsel,” kata Yuhardin saat merilis hasil surveinya di Makassar, Selasa 19 Juni 2018.

Meski data SSI sering meleset jauh, seperti di Pilkada Selayar 2015, berbanding terbalik dengan hasil pencoblosan, namun pihak SSI yakin jika hasil surveinya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, hasil survei SSI ini berbanding terbalik dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), maupun lembaga survei nasional lainnya.

Khusus LSI dan JSI, sebelumnya merilis temuan prilaku pemilih jelang pencoblosan, menempatkan IYL-Cakka di posisi pertama. Angkanya di bawah 30%. Sedangkan NA-ASS dan NH-Aziz, bersaing di posisi kedua dan ketiga.

Namun membandingkan temuan LSI dan JSI yang dikenal merajai riset dan kemenangan di Pilkada di Indonesia, selisihnya dengan peraih elektabilitas kedua rata-rata di bawah 5%, atau jaraknya tergolong tipis. Bandingkan dengan SSI justru selisihnya di atas 10%.

Jika juga berdasar pada rivalitas kandidat, maka lembaga nasional yang tidak bisa diintervensi, apalagi sampai mengubah angkanya, memang memprediksi pilgub Sulsel berjalan cukup ketat. Diyakini pemenang Pilgub selisihnya tidak berjauhan dengan peraih suara terbanyak kedua.

Sekadar diketahui, sejumlah lembaga nasional menempatkan IYL dan Cakka selama sembilan bulan terakhir. Mulai Poltracking di 2017, Indo Survei Strategi, Sinergi Data Indonesia di Maret 2018, LSI, JSI, hingga Roda Tiga Konsultan. (****)

Komentar

Berita Terkait