Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ratusan Warga Pekon Karangsari Demo, Tuntut Kepala Pekon Dicopot, ” Pak Bupati Kami Sudah tidak Mau Lagi Dipimpin Supriono”

PRINGSEWU, TEKAPE.CO – Amarah warga Pekon Karangsari, kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu kian memuncak.

Pasca dugaan perselingkuhan yang dilakukan Supriono kepala Pekon setempat dengan bawahannya, yang terjadi pada Senin 6 Desember 2021 lalu, kian memanas berkepanjangan.

Berbagai upaya dilakukan warga, menuntut kepala Pekon mundur tidak membuahkan hasil.

Termasuk Jalan musyawarah meminta Supriono kepala Pekon Karangsari untuk dicopot dari jabatannya sering dilakukan.

Termasuk aksi protes warga, dengan menyegel kantor pekon setempat masih juga belum cukup untuk membuktikan bahwa masyarakat Pekon Karangsari sudah tidak mau lagi dipimpin oleh Supriono.

Atas kekecewaan tersebut, amarah warga masyarakat Pekon Karangsari tidak terbendung.

Ratusan warga Pekon Karangsari berdemo di kantor Bupati Pringsewu, Selasa (1/3/22).

Warga berjumlah 400 orang, termasuk kaum wanita didalamnya, meminta Bupati Pringsewu untuk segera mencopot kepala Pekon Karangsari Supriono.

Ditengah aksinya, ratusan warga tersebut menuntut janji Supriono untuk mundur.

Dimana sebelumnya Supriono telah menyepakati dirinya untuk mundur dari jabatan, pasca penggerebekan yang dilakukan warga silam.

Ratusan warga mengancam akan melakukan tindakan tak terkendali bila tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Dari kesemuanya mengaku tidak mau lagi dipimpin oleh Supriono yang mereka anggap lalim dengan tingkahnya yang memalukan.

“Pak bupati, pak bupati abah sujadi ini ibuk ibuk. Mohon, mohon kami warga Karangsari mohon Supriono kakon Karangsari untuk lengser. Mohon, mohon ya Allah mohon pak Bupati untuk pak Supriono turunkan dari jabatannya. Itu pak, intinya ibu ibu kesini pak. Mohon pak mohon pak Sujadi, mohon kiranya mengabulkan apa yang kita inginkan pak “jerit ibu-ibu pecah ditengah gelaran aksi demo.

Menurut salah satu peserta demo bernama Wati, warga masyarakat Pekon Karangsari sudah tiga bulan menunggu.

” karena kepala Pekon Karangsari sudah memberikan contoh yang tidak baik. Jadi warga masyarakat Karangsari sudah tidak mau lagi dipimpin bapak Supriono. Kedatangan kami kemari atas nama warga Karangsari bukan atas nama pribadi, “cetus Wati. (DAVIT SEGARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini