KONI Luwu Siapkan Dua Dapur Umum, Jaga Asupan Gizi Atlet di Porprov Sulsel XVIII

Ketua Kontingen Luwu Porprov XVIII Sulsel 2026, dr. Daud Mustakim berbincang dengan panitia kontingen dan juru masak saat melakukan kunjungan di kawasan Rumah Adat Attakae, Kabupaten Wajo, Minggu (8/11/2026). (dok.ist)

WAJO, TEKAPE.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu menyiapkan dua dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan menjaga kecukupan gizi para atlet yang berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026.

Ketua Kontingen Luwu, dr. Daud Mustakim, meninjau langsung dapur umum yang berada di Kabupaten Wajo pada Minggu, 8 November 2026. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disediakan bagi atlet, pelatih, dan ofisial memenuhi kebutuhan nutrisi selama mengikuti kompetisi.

Daud mengatakan, kecukupan gizi menjadi salah satu faktor penting yang menunjang performa atlet dalam meraih prestasi. Karena itu, penyediaan konsumsi tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga harus memperhatikan kandungan gizinya.

“Banyak variabel kesuksesan atlit dalam meraih prestasi. Salah satunya ketercukupan gizi saat mereka makan. Untuk itulah disiapkan dua dapur umum dan kita cek betul  kebutuhanya” ungkap Daud.

Menurut dia, makanan yang disediakan di dapur umum setidaknya harus memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna agar kondisi fisik atlet tetap terjaga selama bertanding.

“Makanan yang disiapkan di dapur umum bukan sekedar memenuhi kebutuhan makan atlit melainkan harus tercukupi unsur gizinya agar mereka tetap tampil fit saat bertanding” kata Daud Mustakim.

Selain memperhatikan kandungan nutrisi, Daud juga meminta juru masak di dapur umum yang dipusatkan di Rumah Adat Attakae, Sengkang, Kabupaten Wajo, menyajikan menu makanan yang bervariasi.

Ia menegaskan, variasi menu diperlukan agar atlet tidak bosan sekaligus tetap memperoleh asupan gizi yang memadai.

“Menu makanan tidak boleh monoton, lauk pauknya harus lebih dari satu pilihan menu dan unsur gizinya terpenuhi” kata Daud.

Untuk diketahui, panitia menyiapkan dapur umum di dua kabupaten, yakni Bone dan Wajo. Meski jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Wajo lebih sedikit, jumlah atlet, pelatih, dan ofisial yang harus dilayani justru lebih banyak, yakni mencapai lebih dari 200 orang. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini