Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kemarau Berkepanjangan, Bupati Luwu dan Warga Gelar Salat Istisqa di Belopa

Bupati Luwu H. Patahudding bersama para jemaah khusyuk berdoa memohon turunnya hujan yang membawa berkah saat melaksanakan salat Istisqa di Tribun Lapangan Andi Djemma, Belopa, Selasa (20/10/2026). (foto: ist)

LUWU, TEKAPE.co – Bupati Luwu, H. Patahudding, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat menggelar salat Istisqa di Tribun Lapangan Andi Djemma, Belopa, Selasa pagi, 20 Oktober 2026.

Salat berjamaah ini dilakukan untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau berkepanjangan dan minimnya curah hujan yang berdampak pada ketersediaan air.

Salat Istisqa tersebut diikuti sejumlah pejabat pemerintah daerah dan masyarakat. Bupati Luwu, H Patahudding, Sekda Luwu, Muh Rudi, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Syahruddin Gaffar, tampak khusyuk menunaikan dua rakaat salat Istisqa yang dipimpin Imam Masjid Agung Belopa, Ustadz Khaerul Sumar Al-Hafidz.

Usai salat, para jamaah mengikuti doa bersama untuk memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan. Patahudding juga terlihat mengangkat kedua telapak tangannya saat berdoa.

Khatib salat Istisqa, Ustadz Masdin Udu, Lc menyampaikan khutbah tentang keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT serta pentingnya memohon pertolongan-Nya ketika menghadapi kemarau dan kesulitan air.

Suasana khusyuk menyelimuti jamaah ketika Masdin menyampaikan khutbah. Sejumlah jamaah tampak berkaca-kaca dan mengaminkan doa yang dipanjatkan untuk memohon hujan.

“Hari ini kita datang ke tempat ini dalam suasana berbeda. Kita tidak datang untuk bergembira. Kita datang bukan untuk menunjukkan banyaknya jumlah jemaah. Kita tidak datang membawa kekuatan kita, melainkan membawa kelemahan, kebutuhan, dan dosa-dosa kita. Kita datang sebagai hamba yang tidak memiliki hujan, tidak memiliki awan, tidak memiliki angin, bahkan tidak memiliki setetes pun air, kecuali apa yang Allah anugerahkan kepada kita,” ungkap Masdin Udu.

Masdin mengatakan wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Luwu, sedang mengalami penurunan curah hujan. Kondisi tersebut menyebabkan bumi mengering, sumber air berkurang, serta tanaman, manusia, dan hewan membutuhkan pasokan air.

Menurut dia, salat Istisqa menjadi momentum bagi umat Islam untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Hari ini kita datang untuk mengadu, bukan kepada manusia, bukan kepada awan, bukan kepada musim tetapi kepada Rabb yang memiliki langit dan bumi,” kata Masdin.

Dalam khutbahnya, Masdin juga mengingatkan jamaah tentang firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 30 yang mempertanyakan siapa yang dapat mendatangkan air apabila air yang tersedia lenyap ke dalam bumi.

“Pertanyaan Allah SWT dalam Qur’an Surah Al-Mulk ayat 30, bagaimana jika air kalian menjadi lenyap ke dalam bumi, maka siapakah yang akan mendatangkan lagi kalian air yang mengalir itu?,” kata Masdin.

Pada akhir khutbah, Masdin memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat dan menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat.

“Ya Allah, Engkaulah Allah. Tidak ada sembahan yang benar selain Engkau. Engkaulah yang Maha Kaya dan kamilah orang-orang yang fakir. Turunkanlah kepada kami hujan dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai suatu masa. Ya Allah, tolonglah kami dengan hujan,” ucapnya.

Masdin juga memohon agar Allah memberikan rahmat kepada masyarakat, termasuk para petani dan warga yang mengalami kesulitan memperoleh air.

“Ya Allah, rahmati kota kami, rahmati negeri kami, rahmati keluarga kami, rahmati orang-orang lemah di antara kami, rahmati para petani kami, rahmati mereka yang kesulitan mendapatkan air serta rahmati seluruh hamba-Mu,” kata Masdin.

Melalui salat Istisqa tersebut, Bupati Luwu bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi dampak kemarau berkepanjangan di wilayah Kabupaten Luwu. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini