Pemadatan Urugan Bekas Galian PDAM di Sekardangan Dikeluhkan Warga, Diduga Asal Jadi
SIDOARJO, TEKAPE.co – Pekerjaan milik PDAM di wilayah Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo Kota, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, bekas sisa pekerjaan, mulai dari penggalian hingga penutupan kembali galian, terkesan kejar tayang alias asal jadi.
Salah satu warga Sekardangan, Minggu (4/10/2026), mengatakan, kondisi tersebut cukup membahayakan warga.
“Bahaya sekali, Pak. Pengembalian urug dan paving dilakukan serampangan. Paving yang dicongkel pecah, usai pekerjaan dipasang kembali dengan kondisi apa adanya,” ujar warga kepada awak media.
BACA JUGA: Jelajah Danau Matano, Cara Pemkab Lutim Memperkenalkan Pesona Bumi Batara Guru
Johnson, Ketua DPP LSM GEMAH (Gerakan Masyarakat Anti Hegemoni), Selasa (8/10/2026), menimpali bahwa pekerjaan tersebut biasanya merupakan pengadaan langsung.
“Masalahnya bukan pada nilainya, tapi finishing-nya. Harusnya pengembalian kondisi seperti awal yang sering diabaikan. Seperti pengembalian jalan pemukiman paving dan bahu jalan, pelaksana tidak melakukan pengerasan sesuai teknis pekerjaan. Sesuai aturan teknis, untuk pengerasan minimal menggunakan alat stamper kuda (tamping rammer) untuk tanah atau stamper kodok (plate compactor) untuk bahu jalan yang banyak bebatuan,” imbuhnya.
“Jika pemadatan tidak menggunakan alat di atas, tentu masyarakat harus berhati-hati jika memarkir atau mengendarai mobil atau sepeda motor. Kondisi bahu tentu akan rawan amblas. Bahayanya jika di musim hujan, akan terjadi selip ketika amblas, as kendaraan pun rawan terjadi kerusakan. Harga perbaikan as mobil cukup mahal. Apa pun itu, risiko terbesar pada warga setempat yang biasa beraktivitas di lokasi tersebut. Siapa yang disalahkan tentu pemilik pekerjaan tersebut/PDAM,” ujar Johnson kepada awak media.
BACA JUGA: Karemuddin Cari Akses Layanan Sosial Kemensos untuk Warga Luwu Utara
Ifan Bachtiar, Humas PDAM Delta Tirta, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis (8/10/2026), menjawab, “Kami sudah koordinasikan dengan pelaksana, Mas. Nanti akan dihubungi terkait pekerjaan ini,” ujar Ifan kepada awak media.
Namun, hingga menjelang petang, konfirmasi yang dijanjikan tak kunjung tiba.
(Daulat)





Tinggalkan Balasan