Musyawarah Adat II Tobungku Ditutup, Pemkab Morowali Dorong Lembaga Adat Makin Solid
BUNGKU, TEKAPE.co – Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku resmi ditutup di Hotel Grand Safanah, Kabupaten Morowali, Rabu (2/9/2026).
Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Morowali.
Dalam kesempatan itu, Iriane memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah menyukseskan pelaksanaan musyawarah adat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah melaksanakan musyawarah daerah ini dengan baik,” ujarnya.
Menurut Iriane, musyawarah adat bukan sekadar forum organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat keberadaan lembaga adat di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Ia berharap berbagai hasil yang telah disepakati dalam musyawarah dapat menjadi pijakan untuk memperkuat konsolidasi organisasi Pebotoa Adati Tobungku.
BACA JUGA: Sehari Usai 23 Rumah Terbakar, Gerindra Makassar Bawa Bantuan untuk Warga Mattoanging
Pemerintah daerah, kata dia, menempatkan lembaga dan komunitas adat sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah, terutama dalam menjaga nilai budaya dan memperkuat persatuan masyarakat.
Lembaga adat juga dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap mengenal dan menghargai sejarah serta budaya daerah.
“Semoga kepengurusan yang mendapat amanah nantinya mampu membawa Pebotoa Adati Tobungku semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Morowali,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Tobungku mengatakan Musyawarah Adat II telah berlangsung selama empat hari.





Tinggalkan Balasan