Tokoh Toraja Ingin Gabung Luwu Raya, Wacanakan DOB Provinsi Luwu–Toraja
RANTEPAO, TEKAPE.co – Wacana pembentukan provinsi baru di wilayah Sulawesi Selatan kian menemukan momentumnya.
Puluhan tokoh masyarakat Toraja dari Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja secara terbuka menyatakan dukungan untuk bergabung bersama Luwu Raya dalam perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu–Toraja.
Dukungan itu mengemuka dalam pertemuan yang digelar di D’Rij Hotel & Convention Hall, Toraja Utara, Kamis (29/1/2026).
Jika wacana ini disepakati, maka syarat administratif sebagai calon DOB Provinsi sudah memenuhi syarat minimal 5 kabupaten/kota. Sebab wilayah Luwu Raya punya tiga kabupaten dan satu kota. Sedangkan Toraja punya dua kabupaten.
Sekitar 50 tokoh lintas latar belakang, mulai dari tokoh adat, rohaniawan, akademisi hingga purnawirawan, sepakat membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu–Toraja.
Dalam forum tersebut, Pendeta Musa Salusu dipercaya sebagai Ketua Tim Formatur, sementara Yohanis Lintin Paembonan ditunjuk sebagai sekretaris.
Pdt Musa Salusu menegaskan, langkah ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari gerakan serius yang akan menempuh jalur konstitusional. Menurutnya, dukungan dari Toraja akan terus bertambah seiring konsolidasi yang berjalan.
“Ini baru awal dari proses panjang. Tantangannya jelas, mulai dari konsolidasi daerah, persetujuan DPRD, rekomendasi gubernur, hingga keputusan pemerintah pusat. Tapi satu hal penting, wacana Provinsi Luwu–Toraja kini sudah menjadi gerakan terbuka, bukan lagi diskusi terbatas,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga membahas aspek fundamental pembentukan provinsi, seperti peta wilayah, landasan historis hubungan Luwu dan Toraja, potensi ekonomi, serta kesiapan sosial dan administratif daerah.
Pdt Musa menilai konsep Provinsi Luwu–Toraja (Lutor) memiliki nilai strategis secara nasional. Kombinasi kekuatan budaya Toraja yang telah dikenal dunia dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi Luwu diyakini mampu melahirkan pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.
“Jika terealisasi, Luwu–Toraja bukan hanya provinsi baru, tapi simpul kekuatan budaya dan ekonomi yang saling melengkapi,” ujarnya.
Sebelumnya, Tim Formatur juga telah melakukan silaturahmi ke Datu Luwu di Istana Kedatuan Luwu. Pertemuan tersebut menjadi simbol penguatan ikatan historis dan kultural antara Toraja dan Luwu yang selama ini dikenal sebagai satu rumpun besar.
Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Formatur di antaranya Victor Datuan Batara (mantan Wakil Bupati Tana Toraja), Erik Crystal Ranteallo, Fajar N Londong Allo, Kombes Pol (P) Darma Lelepadang, Dr Ishak Pasulu, Ferry Bitticaca, Soni Palulungan, Andre Tulak, Daud Sarangga, Yuli Parantean, Johan Darise, Suli Matius, Alexander Patandean, Amos Lintin, Theofilus Limongan, serta sejumlah tokoh Toraja lainnya.
Dengan deklarasi dukungan ini, peta politik pemekaran wilayah di Sulawesi Selatan dipastikan akan semakin dinamis. Gerakan Provinsi Luwu–Toraja kini memasuki babak baru: dari wacana regional menuju agenda yang mulai mengetuk pintu nasional. (accy)



Tinggalkan Balasan