36 Kades Morut Dilantik, Bupati Delis Soroti Kemiskinan, Investasi hingga Ancaman Karhutla
MORUT, TEKAPE.co – Sebanyak 36 kepala desa (Kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 resmi dilantik Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi.
Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Rabu (9/9/2026).
Puluhan Kades itu akan menjalankan amanah untuk masa jabatan delapan tahun, yakni periode 2026-2034.
Masa jabatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Sebanyak 36 Kades yang dilantik merupakan bagian dari 52 desa yang mengikuti Pilkades serentak pada 22 Juli 2026.
Sementara Kades terpilih dari desa lainnya belum dapat dilantik karena masa jabatan kepala desa sebelumnya masih berlangsung.
Adapun 36 Kades yang dilantik yakni Beteleme Apta Kristo Mala, Lembobaru, Mifraim Pangkalias, Wara’a, Ferdinan Maragani, Korompeeli, Oskar Mbatono, Mora, Eliezer Baretha, Uluanso, Rony Febrita Tonigi, Korobonde, Muji Wahono, Tingkea’o, Bertu Yan Perta Tumongka, Wawopada, Ishak Patasik dan Tinompo, Astono Montilei.
Kemudian Kades Lemboroma Williem Pontengi, Pontangoa Arbiansyah, Po’ona Harnol Kristian Ndeusu, Lembobelala Johnson Tagoe, Pa’awaru Barokah Kitri Riwayati, Jamor Jaya Mikhael Angelus Dheti, serta Dolupo Karya Desroni Dg Pabeta.
Selanjutnya Ganda-Ganda Haerudin Azis, Tanauge Arman, Mohoni Batonius Bate, Tompira Mondelalu Laega, Bunta Saharuddin, Molino Abd. Azis Husain, Keuno Lifron Torare dan Bimor Jaya I Putu Panji Rama Nugraha.
Sementara itu, Kades Togo Mulya dijabat Edi Nasar Toasari, Tiu Adris Ganoli, Moleono Lisman Mauru, Matube Kamaru, Tokala Atas Asgar, Opo Amat Mado, Peonea Kriswal Wiko Maroangi, Salemba Walati Masjhun Gayumbo, Tambayoli Frida Christiana Tagoe, Tamainusi Sudirman Usman dan Panca Makmur Suaib.
Bupati Delis: Tugas Kades Tidak Mudah
Usai prosesi pelantikan, Bupati Delis menyampaikan ucapan selamat kepada para Kades yang baru saja menerima amanah.
Namun, ia mengingatkan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab besar dalam mengurus kepentingan masyarakat desa.
Delis meminta para Kades menyusun program pembangunan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.
Menurutnya, sinergi antartingkatan pemerintahan menjadi hal penting agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Tugas menjadi seorang Kepala Desa merupakan tugas yang tidak mudah. Sebagai seorang pimpinan yang ada di Desa, seorang Kepala Desa harus memiliki program yang sinkron baik dengan program Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi sampai dengan program dari Presiden RI,” kata Delis.
“Oleh karena itu, setiap Kepala Desa harus selalu bersinergi dengan jenjang Pemerintahan yang ada di atasnya,” lanjutnya.
Selain pembangunan, Delis juga menaruh perhatian pada persoalan data sosial ekonomi masyarakat.
Ia meminta para Kades ikut membenahi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai masih membutuhkan perbaikan.
Keakuratan data tersebut, kata dia, menjadi salah satu pekerjaan penting karena berkaitan langsung dengan penyaluran berbagai program sosial dan ekonomi agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Target Bupati: Angkat Warga dari Kemiskinan
Delis menegaskan, keberhasilan seorang kepala desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia bahkan menyebut mengangkat masyarakat dari kemiskinan sebagai salah satu bentuk karya terbaik pemerintah.
“Karya terbaik kita adalah bisa mengangkat masyarakat dari jurang kemiskinan,” tegas Delis.
Ia juga meminta para Kades yang wilayahnya menjadi lokasi perusahaan investasi agar ikut menjaga iklim investasi tetap sehat dan kondusif.
Menurut Delis, keberadaan perusahaan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya diharapkan berdampak terhadap perkembangan desa maupun daerah.
Kades Diminta Cegah Karhutla
Persoalan lain yang menjadi perhatian Bupati Delis adalah maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Morowali Utara.
Para Kades diminta turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena hal tersebut dapat menjadi pemicu kebakaran.
Delis mengingatkan, Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materi hingga korban jiwa.
“Selamat menjalankan tugas, selamat melayani masyarakat, selamat membangun desa yang kita cintai,” pungkas Delis.
Acara pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada masing-masing Kades terpilih yang didampingi keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Morut Djira K, Sekda Morut Musda Guntur, Wakil Ketua I DPRD Morut Megawati Ambo Asa, bersama sejumlah anggota DPRD Morut.
Hadir pula Wakapolres Morut Kompol Charles B.N. Karimar, Danramil 1311/03 Petasia Kapt. Inf. Amrul, Ketua TP-PKK Morut sekaligus anggota DPD RI Sulteng Ny. Febriyanthi H.D.J. Hehi, serta Ketua I TP-PKK Morut Ny. Widyawati M. Djira K.
Sejumlah pejabat dari Kejaksaan Negeri Morut, Lapas Kelas III Kolonodale, pejabat eselon II dan III Pemda Morut, para camat, jajaran pemerintah desa hingga keluarga Kades terpilih turut menghadiri prosesi tersebut. (*)





Tinggalkan Balasan