28 Mahasiswa UGM Mengabdi di Morowali Utara, Fokus Berdayakan Desa Pesisir
MORUT, TEKAPE.co – Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mengabdikan diri di Kabupaten Morowali Utara selama 50 hari melalui program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026.
Program bertajuk “Saba Mortara” itu difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, penyehatan lingkungan pesisir, serta pengembangan desa wisata berbasis agribisnis dan kearifan lokal.
Kegiatan KKN-PPM secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Morowali Utara, Djira K, di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Selasa (30/6/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemerintah daerah, pemerintah desa, dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta KKN-PPM UGM.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Prof. Dr. Djati Mardiatno mengatakan, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Desa Ganda-Ganda dan Desa Korolaki, Kecamatan Petasia.
Menurut dia, pelaksanaan KKN tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di tingkat desa sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami berharap pelaksanaan KKN ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Morowali Utara sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Kami juga menitipkan para mahasiswa kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat dibimbing selama berada di lokasi KKN,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya kolaborasi, Prof. Djati juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga sikap dan nama baik Universitas Gadjah Mada selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
“Jangan membawa kebiasaan yang kurang baik. Kalian membawa mandat dan nama baik universitas. Jadikan kesempatan ini untuk belajar bersama masyarakat serta memahami kehidupan di lapangan,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Morut, Djira K menyampaikan apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada yang kembali mempercayakan Morowali Utara sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM.
Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa melalui berbagai program yang telah disusun.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran adik-adik mahasiswa UGM. Semoga selama 50 hari berada di Morowali Utara, berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Djira.
Wakil Bupati juga meminta pemerintah Desa Ganda-Ganda dan Desa Korolaki mendukung seluruh program kerja mahasiswa agar kolaborasi yang terbangun dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap kepada Kepala Desa Ganda-Ganda dan Kepala Desa Korolaki agar mendukung serta memfasilitasi setiap program kerja mahasiswa. Maksimalkan kolaborasi ini sehingga pelaksanaan KKN dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa,” katanya.
Usai pembukaan, mahasiswa memaparkan sejumlah program yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Program tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat, mitigasi polusi dan penyehatan lingkungan pesisir di Desa Ganda-Ganda, serta pengembangan desa wisata berbasis agribisnis dan kearifan lokal di Desa Korolaki.
Melalui KKN-PPM UGM Saba Mortara 2026, diharapkan tercipta sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Morowali Utara. (*)





Tinggalkan Balasan