oleh

Gedung Baru IAIN Palopo yang Terbakar Ternyata Sudah Nyebrang dan Pernah Bermasalah

PALOPO, TEKAPE.co – Proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, di Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, ternyata pengerjaannya telah menyebrang ke tahun 2019.

Selain itu, proyek yang sudah hampir rampung dan hangus terbakar di bagian atap, juga pernah bermasalah. Di bagian tiang bengkok saat pengecoran.

Penyebab terbakarnya proyek yang menelan anggaran sebesar Rp22,4 miliar dari APBN 2018 itu kini tengah diselidiki kepolisian.

Wakil Rektor I IAIN Palopo, Dr Ahmad Syarief Iskandar, membenarkan jika proyek yang dikerjakan PT Bangun Bumi Indah dan konsultan pengawas PT Elsadai Servo Cons itu telah menyebrang pengerjaannya.

“Pengerjaannya memang telah menyebrang, namun sesuai aturan, diberikan waktu selama 90 hari untuk menyelesaikan. Namun tetap diberlakukan denda keterlambatan pekerjaan,” jelasnya.

Syarief menjelaskan, tanda tangan kontrak proyek ini dimulai Agustus 2018, dengan lama pengerjaan 140 hari kalender.

 

BACA JUGA:
Polisi Cium Ada Kejanggalan di Kasus Kebakaran Gedung Baru IAIN Palopo

 

Ia juga menjelaskan, proyek senilai Rp22,4 miliar itu dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, untuk dua gedung berlantai tiga, pagar, dan pintu gerbang.

“Ada dua gedung, satu gedung Fakultas dan gedung perkuliahan FEBI IAIN Palopo. Yang terbakar ini gedung perkuliahan,” terangnya.

Sementara terkait masalah tiang bengkok saat pengecoran dulu, Ia menjelaskan jika alasan rekanan disebabkan saat itu mal tiang bergeser saat pengecoran. Sehingga tiangnya bengkok. (del)

Komentar

Berita Terkait