oleh

Warga Pringsewu Keluhkan Semrawutnya Tempat Pembuangan Sampah di Bumi Ayu

PRINGSEWU, TEKAPE.Co — Semrawutnya sampah ditempat pembuangan sampah (TPA) Kabupaten Pringsewu menuai kecaman berbagai pihak dijejaring sosial Facebook.

Kondisi TPA Kabupaten Pringsewu sangat memprihatinkan. Akibat sampah tercecer tak beraturan, membuat pengguna jalan menjadi terganggu.

Penumpukan sampah ditempat itu sudah mencapai pintu masuk TPA.

Seperti diungkapkan seorang warganet mengaku dirinya driver limbah rumah tangga bernama Fredi Yant Giggs, melalui akun Facebook yang diunggahnya disalah satu grup Pc_pringsewu Community, Kamis (2/9).

Fredi Yant Giggs menulis, sampah disekitar TPA tersebut termasuk sudah menutupi jalan antar pekon. Terkait sampah yang semrawut ditempat itu, terkesan tidak adanya perhatian dan tindaklanjut dari berbagai pihak, untuk memperhatikan kondisi tempat pembuangan sampah di pekon Bumi Ayu.

Menurutnya, dengan tidak adanya tindaklanjut dari pihak terkait, dirinya beserta rekan seprofesinya merasa kesulitan ketika membuang sampah ditempat itu.

Sementara itu, lanjutnya Fredi, dirinya beserta rekan seprofesinya sangat berharap persolan tersebut tidak jadi berlarut-larut.

“Tapi tak adakah yg memperhatikan yg didalam dalam,
trus nasibnya TPA BUMI AYU bagaimana?. kKau sdh begini..apa iya sampahnya akan sampai keluar ke Pintu gerbang dan menutupi jalan desa yg menghubungkan antara BumiArum Dan Bumi Ayu serta daerah sekitarnya…setiap yg masuk( roda tiga /roda 4,) nah kalau plat merah saya gk tahu bayar juga atau tidak,padahal sama sama ada retribusi ke setiap pelanggan, sekali buang sdh bertarif sesuai dg PERDA NO.5./2020( kata mereka ),jika sampah ini dikelola pasti gak akan seperti ini, “tulis Fredi. (red).

Lanjutnya, “Bagaimana Babe selaku Kepala Dlhpringsewu yg baru,adakah solusi untuk ini?,jika kami ambil ke pelanggan trus harus buang kemana?apakah harus buang kedepan Gedung Dinas Lingkungan hidup atau kami buang ke sembarangan tempat,kami tdk pernah menolak dg Naiknya retribusi Rp.10.000 untuk Roda tiga ,Rp.40.000 untuk roda 4 @ masing masing /Rit,karena kami berharap dg limbah ini kami sedikit membantu Pendapatan Daerah Kabupaten,dg nominal retribusi yg masuk ke kas Daerah melalui TPA, tapi jangan hanya menaikkan retribusi sedangkan untuk kenyaman dan keamanan kami masuk saja tak di fikirkan serta dampak lingkungan tidak di perhatikan, “kata Fredi.

Tambahnya, “Saya selaku driver LIMBAH RUMAH TANGGA, mewakili rekan rekan,menyampaikan ini di SOSMED…sbb teriakan dan keluhan kami tak di dengar oleh salah satu ASN yg menjabat sebagai Kepala atau ketua di TPA BUMI AYU yg ada di sana…sdh titip surat untuk Menjadwalkan berdialog sja dari tahun 2020 tdk pernah terealisasikan.. kapan kita bisa duduk ngopi bersama sambil berdialog?,di kantor Dinas boleh,di RUMAH kami juga boleh,MOHON MAAF JIKA BAHASA nya kurang tersusun dan sopan,sbb hanyalah seorang tukang sampah ( tapi keren),sekolahnya pun gak sampai ke bangku kuliah (yg penting lulus), “sambungnya.

Sekitar 282 warganet menyampaikan komentar pada postingan Fredi Yant Giggs.

Hingga berita ini ditayangkan pihak terkait sedang berusaha untuk dikonfirmasi.

Komentar