Warga Buangin Manfaatkan Iuran Komite Sewa Axcavator Timbun Jalan Rusak, Harap Bantuan Bupati Torut
RANTEBUA, TEKAPE.co — Warga Kelurahan Buangin, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, secara swadaya melakukan perluasan lahan pembangunan Laboratorium UPT SD Negeri 2 Rantebua, sekaligus menimbun jalan poros di wilayah tersebut yang selama ini rusak dan berlubang.
Inisiatif patungan dan penggunaan iuran komite tersebut muncul, setelah warga melihat material tanah yang melimpah dari hasil perataan lahan pembangunan laboratorium sekolah tersebut.
Lokasi pembangunan laboratorium berada di area yang cukup berbukit, sehingga menghasilkan banyak material galian.
Material hasil pengerukan dari lokasi yang dikenal warga sebagai Gunung Separu itu, kemudian dimanfaatkan untuk memperluas area pembangunan laboratorium, sekaligus menutup sejumlah lubang di jalan sekitar sekolah.
Penimbunan jalan tersebut dilakukan untuk memperbaiki akses masyarakat yang selama ini terganggu akibat kondisi jalan yang rusak.
Namun, proses pekerjaan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran, khususnya untuk biaya operasional alat berat excavator yang digunakan dalam pekerjaan perataan lahan.
Bendahara Komite SDN 2 Rantebua, Rante Matande, mengatakan dana yang digunakan untuk perluasan lahan laboratorium saat ini berasal dari anggaran komite sekolah sebesar Rp25 juta.
Menurutnya, anggaran tersebut belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yang direncanakan.
“Kami masih kekurangan sekitar 50 jam kerja excavator. Biaya sewa alat berat itu sekitar Rp700 ribu per jam,” ujar Matande kepada Tekape.co, Jumat (13/03/2026) sore.
Karena itu, pihak komite bersama masyarakat berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, khususnya dari Bupati Frederick Victor Palimbong, agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
“Kalau bisa pemerintah kabupaten, dalam hal ini Pak Bupati, kiranya dapat memberikan bantuan kepada masyarakat Buangin agar pekerjaan ini bisa segera rampung,” tambah pensiunan guru tersebut.
Dia juga menyebutkan bahwa pemilik excavator turut menunjukkan kepeduliannya dengan membantu pekerjaan penimbunan jalan yang rusak di sekitar lokasi sekolah.
Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan parah kini mulai ditimbun menggunakan material galian dari lokasi pembangunan laboratorium.
Proses pekerjaan sendiri telah dimulai sejak Rabu (11/03/2026) sore. Bahkan operator alat berat bekerja hingga malam hari untuk mempercepat proses perataan lahan.
Sementara itu, anggaran awal penyelesaian lahan pembangunan laboratorium berasal dari kas turunan swadaya masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan adat Rambu Solo’, berupa kontribusi senilai setengah ekor kerbau.
Adapun pembangunan gedung laboratorium sendiri diketahui bersumber dari anggaran pemerintah pusat.
(Erlin)





Tinggalkan Balasan