Wabah Diare dan DBD Merebak di Palopo, Dinkes Sebut Akibat Perubahan Cuaca
PALOPO, TEKAPE.co – Dua penyakit musiman, diare dan demam berdarah dengue (DBD), tengah mewabah di Kota Palopo.
Peningkatan kasus terpantau di sejumlah puskesmas di kota tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo, San Ashari, mengatakan perubahan cuaca dan menurunnya kualitas lingkungan menjadi faktor utama lonjakan kasus dua penyakit itu.
“Penyakit yang biasanya banyak terjadi saat pancaroba adalah diare dan DBD,” ujar San Ashari kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Selama 2025, tercatat 110 kasus DBD di Kota Palopo. Pada Oktober saja, ditemukan 11 kasus baru, dengan sebaran terbanyak di Kecamatan Wara Timur.
Sementara untuk penyakit diare, jumlahnya jauh lebih tinggi.
Dinkes mencatat 1.784 kasus sepanjang tahun ini, dengan persebaran terbanyak di wilayah Wara Utara dan Wara.
San Ashari mengimbau masyarakat meningkatkan upaya pencegahan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun dari sisi kesehatan pribadi.
Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan 3M, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan diri, memperbanyak minum air, dan rutin berolahraga untuk mencegah penularan penyakit yang meningkat saat pancaroba,” katanya.
Pantauan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palemmai Tandi Palopo juga menunjukkan peningkatan jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.
Dokter jaga IGD, dr Bakri, menyebut penyakit yang banyak diderita masyarakat saat pancaroba adalah batuk pertusis dan batuk flu beringus (infeksi saluran pernapasan).
“Pada masa pancaroba ini, pasien yang datang ke IGD dominan mengeluhkan batuk pertusis dan batuk flu beringus,” ujar dr Bakri.(*)
Batuk pertusis ditandai dengan gejala batuk berkepanjangan dan berulang, kesulitan bernapas setelah batuk, muntah (terutama pada anak), serta suara “whoop” saat menarik napas.
Sementara batuk flu beringus biasanya disertai hidung tersumbat atau berair, batuk berdahak, demam ringan, dan tenggorokan gatal.(*)



Tinggalkan Balasan