Tekape.co

Jendela Informasi Kita

UNM Kembali Dipercaya Dampingi Program Revitalisasi SLB Kemendikdasmen Tahun 2026

Tim fasilitator Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Koordinasi dan Pendampingan Program Revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun 2026 bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Mercure Tangerang BSD City, Tangerang, Selasa (9/6/2026). (ist)

TANGERANG, TEKAPE.co – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali memperoleh kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melaksanakan pendampingan Program Revitalisasi Pendidikan pada bidang Sekolah Luar Biasa (SLB) tahun 2026.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Koordinasi dan Pendampingan Program Revitalisasi SLB dengan Perguruan Tinggi yang berlangsung di Mercure Tangerang BSD City, Selasa (9/6/2026).

Program pendampingan ini akan berlangsung selama tujuh bulan, mulai Juni hingga Desember 2026, dengan target penyelesaian seluruh kegiatan pada akhir tahun.

UNM menugaskan tiga dosen dari bidang Teknik Sipil dan Perencanaan sebagai tim fasilitator. Tim tersebut dipimpin Prof. Dr. Drs. Taufiq Natsir, M.Pd. sebagai koordinator, didampingi Ir. Moeh. Key Muddin, S.Pd., M.T. sebagai Fasilitator I dan Ir. Furqan Ali Yusuf, S.Pd., M.Eng., IPU. sebagai Fasilitator II.

Tim fasilitator bertugas melakukan koordinasi, pendampingan teknis, monitoring, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program revitalisasi di wilayah penugasan.

Pada 2026, UNM mendapat amanah mendampingi 10 lokasi SLB yang tersebar di dua provinsi. Di Sulawesi Selatan, pendampingan dilakukan pada SLB di Kota Makassar serta Kabupaten Maros, Pangkep, Takalar, Sinjai, Enrekang, dan Toraja. Sementara di Sulawesi Barat, program dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju.

Koordinator Tim Fasilitator UNM, Prof. Dr. Drs. Taufiq Natsir, M.Pd., mengatakan kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah menjadi tanggung jawab besar bagi UNM untuk memastikan program revitalisasi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“UNM berkomitmen menjalankan tugas pendampingan secara profesional dan akuntabel. Melalui koordinasi, monitoring, dan evaluasi yang berkelanjutan, kami akan memastikan pelaksanaan Program Revitalisasi SLB berjalan sesuai standar, spesifikasi teknis, dan jadwal yang telah ditetapkan,” kata Taufiq.

Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini menjadi bagian penting untuk menjamin kualitas pelaksanaan revitalisasi melalui pendekatan akademik dan keilmuan.

“Keberadaan perguruan tinggi sebagai mitra pendamping diharapkan dapat memberikan penguatan dari sisi akademik, profesionalisme, dan akuntabilitas sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada UNM dinilai menjadi pengakuan atas kontribusi dan kinerja perguruan tinggi tersebut dalam mendukung berbagai program pendampingan pendidikan yang dijalankan pemerintah.

Melalui sinergi antara Kemendikdasmen dan UNM, Program Revitalisasi SLB diharapkan mampu menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik, meningkatkan kualitas layanan pendidikan khusus, serta mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Selain menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, program ini juga menjadi wujud kontribusi nyata UNM dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan nasional melalui pengabdian kepada masyarakat dan pendampingan program strategis pemerintah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini