Unik Dengan Sejumlah Warisan Geologi, Ini Alasan Kenapa Danau Matano Luwu Timur Harus Menjadi Geo Park
LUTIM,TEKAPE.co- Matano Geopark menjadi salah satu fokus program pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) di Tahun 2021 hingga 2022.
Terletak di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Danau Matano di anggap sudah mencakup segala aspek yang mendukung terbentuknya situs Geologi.
Untuk diketahui, Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.
Hal ini diungkapkan Kabid Penelitian dan Pengembangan Bapelitbangda Luwu Timur, Syaifullah kepada wartawan, 29/08/2022.
Dikatakan Syaifullah, Danau Matano ini sangat potensial dan unik pasalnya satu-satunya Danau dengan warisan geologi dengan pertemuan lempeng tektonik.
“Jadi matano ini sangat unik dan potensial, karena satu-satunya geopark dengan warisan geologi yang terdapat pertemuan lempeng tektonik” Katanya.
Selain pertemuan lempeng tektonik, ada sejumlah warisan budaya pendukung lainnya seperti Kampung adat Taipa, hewan endemik danau Hingga struktur yang unik dari danau itu sendiri.
Saat ini, Danau matano belum di katakan menjadi Geopark karena harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu.
“Tidak langsung jadi Geopark, jadi prosesnya itu dimulai dari geoheritage atau warisan geologi, baru dikeluarkan surat keputusan bahwa wilayah danau matano dan sistem danau Malili merupakan wilayah geoheritage yang dibuatkan melalui SK Menteri,” tutur Syaifullah.
Dokumen Geoheritage Danau Matano saat ini sudah tahap meminta rekomendasi untuk dilanjutkan ke kementerian sebagai bagian akhir dalam pengeluaran Surat Keputusan wilayah geoheritage.
“Pada bulan maret kemarin kita telah masukan pengusulan untuk geoheritage, dan telah diterima oleh Gubernur, lalu diakomodir untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata Provinsi SulSel,” Kata dia.
“Bahkan kita juga sudah dipanggil untuk ikut Expo di Provinsi, dan kami diberitahukan sisa akan dilakukan peninjauan secara langsung,” Tambah Saipul.
Untuk diketahui, Geopark ini merupakan Salah satu kegiatan prioritas (KP1) Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) adalah Matano Geo Park. Saat ini, Bapelitbangda terus menggenjot percepatan pengusulan dan penetapan dokumen warisan geologi atau Geoheritage Danau Matano dan Sistem Danau Malili.(rif).



Tinggalkan Balasan